Berita Viral
Sosok Sahdan Arya, Ketua RT Gen Z Baru 2 Bulan Menjabat sudah Perbaiki Jalan Rusak 100 Meter
Diketahui, Sahdan Arya ketua RT itu menjabat sebagai Ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Karena keberaniannya tegas terhadap oknum masyarakat yang menghalangi tugasnya, kini sosok kades menuai pujian.
Tak sedikit publik yang salah fokus karena sosok Indah Aprianti karena terlihat masih muda.
Benar saja, setelah ditelusuri dari profilnya, Indah Aprianti merupakan satu di antara kades muda di Jawa Barat.
Menariknya, ternyata Indah Aprianti merupakan alumni mahasiswa atau lulusan UI (Universitas Indonesia).
Wanita kelahiran Subang tahun 1995, menjabat manjadi kades Ciasem Baru, Kabupaten Subang pada akhir tahun 2021 lalu.
Artinya Indah Aprianti baru menjabat sebagai kades di Subang baru satu setengah tahun.
Ada yang menarik dari sisi lain kisah Indah Aprianti menjadi kades muda di Subang tersebut.
Berani menjabat sebagai kades di usia muda ternyata Indah Aprianti memiliki rekam jejak tak sembarangan.
Kisah Indah menjadi kades sebelumnya penuh perjuangan dengan pengalamannya terjun di desa-desa terpencil.
Diketahui Indah merupakan lulusan UI dari Fakultas Hukum pada 2016.
Setelah lulus kuliah, Indah langsung bekerja menjadi pegawai honorer di Kementerian ESDM.
Tak lama kemudian, ia pindah bekerja ke Kementerian Desa pada 2018 hingga akhir tahun 2021.
Menariknya, di saat dirinya masih bekerja di Kementerian Desa itu, saat itu ia mengaku cuti namun Indah mencalonkan sebagai Kepala Desa.
“Jadi saat akhir 2021 saya mencalonkan untuk jadi Kepala Desa Ciasem Baru itu saya masih cuti tuh di Kementerian Desa,” ungkap kisah Indah Aprianti, kepada Tribunjabar.id, Sabtu (15/7/2023).
Indah mengungkap dirinya bekerja di Kementerian Desa saat itu sebagai hanya pegawai honorer.
Bukan saja karena latar belakang pendidikannya lulusan UI, Indah bertekad menjadi kades melainkan juga pengalamannya.
Indah menceritakan kisahnya bekerja di Kementerian Desa.
Selama kurun waktu tiga tahun dirinya bekerja terjun ke lapangan.
Ia sering mengunjungi desa-desa terpencil untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Bahkan diungkap Indah, dirinya sudah mengunjungi hampir 200 desa terpencil dan pelosok di Indonesia dari wilayah barat, Aceh hingga wilayah Timur.
Dengan pengalamannya itu, Indah yang bekerja sebagai tenaga profesional mendampingi masyarakat di desa tersebut agar bisa berkembang melalui ekonomi desanya sendiri.
Demikian selama bekerja di lapangan itulah Indah melihat potensi desa-desa bisa berkembang dan maju.
Ia pun melihat desa terpencil yang jauh dari Kota tapi bisa maju dengan ekonominya desanya.
Oleh karena itu, dirinya tergerak melihat kondisi desanya, tempat dirinya dilahirkan yang dia yakini pun bisa menjadi desa maju.
Hal itu Indah yakini karena desanya yang padahal tidak jauh dari kota.
“Saya melihat desa saya, yang sebenarnya dekat dari Jakarta, aksesnya mungkin hanya 2,5 jam tapi perkembangannya atau kemajuannya tak sepesat desa yang jauh dari ibu kota,”
“Jadi dari situlah hati saya tergerak untuk membangun desa sendiri,” ungkap Indah.
Sebelum dirinya menjabat sebagai Kades di tempatnya, Indah mengaku kerap membagikan program desa.
Namun, kala itu inisiatif dan informasinya belum ditanggapi serius.
Merasa bersalah dengan keadaan tersebut karena bisa membantu desa lain, tapi ia miris melihat kondisi desanya sendiri.
“Gimana ya caranya kok saya jadi merasa bersalah, saya bantuin desa lain tapi desa kelahiran saya sendiri saya diemin aja,” tambahnya.
Hingga akhirnya, Indah mendapat kabar bahwa akan ada pemilihan kepala desa.
Dengan niat mulia ingin memajukan desanya sendiri, Indah akhirnya berinisiatif mencoba mencalonkan sebagai kades di desanya sendiri, di Desa Ciasem Baru, Kabupaten Subang tersebut.
Namun, Indah sempat diingatkan sang suami, ketika mencoba agar ia tak berharap lebih.
“Kita mencoba semaksimal mungkin, kalau pun tidak dapat terpilih ya sudah, setidaknya sudah berusaha,” ujar Indah.
Meski pengalamannya sudah menjajal desa lain, Indah merasa dirinya masih memiliki pengalaman yang belum cukup.
Setelah menjabat sebagai kades muda, perjuangan Indah sebenarnya masih permulaan.
Indah menceritakan posisinya sebagai kades muda kerap kali diremehkan.
Alumni mahasiswa UI itu menceritakan selama bekerja sebagai kades, ia merasa miris karena kerap kali tak dikenali warganya.
“Sering banget (diremehkan), aduh bahkan kalau beberapa orang datang ke kantor desa, mereka gak tahu kepada desanya yang mana,” ungkap Indah.
Indah menceritakan pengalaman saat dirinya terjun ke lapangan beberapa warga menanyakan kepadanya keberadaan kades, padahal warga tersebut sedang berbicara dengan kadesnya sendiri.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
Apes Pria Diduga Culik Bocah Pakai Sepeda, Ngaku Khawatir, Rumahnya Dirusak Warga yang Ngamuk |
![]() |
---|
Tantiem Komisaris BUMN Dihapus Presiden, Prabowo Heran Perusahaan Rugi Malah Repot Bagi Bonus |
![]() |
---|
Sosok Salsa Erwina Hutagalung Tantang Debat 'Orang Tolol Sedunia', Ahmad Sahroni: Ane Masih Bloon |
![]() |
---|
Respons BGN Terkait Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi & Pakai Bahan Berbahaya |
![]() |
---|
Mantan Pimpinan KPK Duga Noel Ebenezer Dilaporkan Orang Dekat: Ruangan Kawan Disadap |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.