40 Peserta Ikuti Sekolah Vertical Rescue di Gunung Kelud Kediri, Latih Mental dan Kesiapsiagaan

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari relawan lereng Kelud, Siswa Pecinta Alam (Sispala), dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) mengikuti pelatihan VRI.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Gusdurian Pare
MENANTANG - Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan Sekolah Vertical Rescue Indonesia di kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para relawan dalam hal penyelamatan di medan vertikal seperti tebing, gedung tinggi, hingga sumur yang dalam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Vertical Rescue Indonesia (VRI) menggelar pelatihan Sekolah Vertical Rescue Indonesia di kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari relawan lereng Kelud, Siswa Pecinta Alam (Sispala), dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18-20 Juli 2025 itu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para relawan dalam hal penyelamatan di medan vertikal seperti tebing, gedung tinggi, hingga sumur yang dalam.

Vertical rescue merupakan metode penyelamatan di area curam atau tinggi yang membutuhkan kemampuan teknis, ketangkasan, dan kesiapan mental.

Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Instruktur utama Sekolah Vertical Rescue Indonesia, Adrian Daely menyampaikan, kegiatan ini penting agar para relawan sadar akan risiko besar dalam aktivitas vertikal. 

"Harapannya ilmu ini tidak perlu digunakan, artinya tidak ada bencana. Tapi ketika dibutuhkan, para relawan siap dan tahu harus berbuat apa," kata Adrian, Senin (21/7/2025). 

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Gunung Kelud Kediri masih Landai di Momen Libur Sekolah dan Bulan Suro

Dia menambahkan, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat respons cepat di situasi darurat, baik dalam penanganan evakuasi maupun pertolongan pertama di lokasi sulit dijangkau.

Sementara itu, Koordinator Gusdurian Mojokutho Pare Kediri, Anugerah Yunianto yang akrab disapa Antok mengungkapkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program rutin jaringan Gusdurian.

Tujuannya bukan hanya untuk melatih teknis penyelamatan, tetapi juga memperkuat ketahanan mental dan solidaritas antarrelawan.

"Bagi kami, ketangguhan relawan tidak hanya soal fisik, tapi juga soal mental. Apalagi mereka berada di garis depan saat terjadi bencana. Latihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan," kata Antok.

Dengan digelarnya Sekolah Vertical Rescue ini, diharapkan akan lahir lebih banyak relawan tangguh dan terlatih di kawasan Gunung Kelud dan sekitarnya yang rawan bencana.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat jejaring komunitas kemanusiaan yang peduli terhadap keselamatan bersama.

Dalam kesempatan itu, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari teknik naik-turun tali, evakuasi korban di medan curam, hingga simulasi penyelamatan di tebing dan jurang.

Tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali mengikuti pelatihan semacam ini.

"Seru dan menantang, tapi juga bikin sadar bahwa penyelamatan bukan perkara main-main," ucap Ratii, salah satu peserta. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved