Berita Viral

Apa itu Burnout yang Dialami Diplomat Arya? ini Cara Mencegah dan Mengatasinya Menurut Psikolog

Kondisi diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39) disebut mengalami kelelahan mental atau burnout.

Tayang:
Akun Facebook Arya Daru Pangayunan
KONDISI MENTAL - Foto diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39) semasa hidup. Kondisi Arya disebut mengalami kelelahan mental atau burnout. 

Arya Daru merupakan seorang pekerja kemanusiaan yang memikul berbagai tanggung jawab, pelindung, pendengar, dan penyelamat (rescuer) bagi WNI yang terjebak dalam situasi krisis. 

Hal itu menuntut empati yang tinggi, kepekaan emosional yang mendalam, ketahanan psikologis, dan sensitivitas sosial. 

Dalam bahasa psikologis, almarhum mengalami burnout (kelelahan mental), compassion fatigue (kelelahan karena kepedulian), serta terpapar penderitaan dan trauma. 

"Memang di situasi terakhir kehidupannya yang bersangkutan mengalami tekanan psikologis. Lalu kaitan perilaku self harm memang itu sesuatu yang umumnya pada beberapa kasus dilakukan pada individu," kata Natanael.

Namun permasalahan yang dialami almarhum ini tidak terdeteksi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga almarhum.

Natanael membantah jika almarhum tertekan karena menjadi korban bullying.

Baca juga: Isi Tas di Rooftop dan Plastik Hitam di Kos Diplomat Arya, Komunikasi Terakhir Picu Kematian

"Mengenai bullying, kami mendapatkan data malah sebaliknya. Di lingkungan kerja dia persepsikan oleh atasan sebagai staf yang sangat bisa diandalkan," katanya.

Almarhum selalu menekan perasaannya dan cenderung selalu menutupinya hingga menimbulkan hambatan dalam mengelola kondisi psikologi negatif yang dialami.

Apsifor menyimpulkan almarhum memiliki karakteristik kepribadian yang cenderung menekan dan menyembunyikan apa yang dirasakan. 

"Almarhum mengalami dinamika psikologis yang kompleks," urainya.

Dinamika tersebut membuat almarhum mengalami kesulitan mendapat dukungan, bantuan psikologis dari lingkungan terdekat, keluarga, dan tenaga profesional kesehatan mental.

"Setelah terakumulasi, di episode terakhir kehidupannya ini mempengaruhi proses pengambilan keputusan almarhum terkait cara kematiannya atau berupaya untuk mengakhiri kehidupannya," ungkapnya.

Istilah psikologis merujuk pada segala hal yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan proses mental manusia. Ini mencakup cara seseorang berpikir, merasakan, berperilaku, dan merespons terhadap lingkungan atau situasi tertentu.

Almarhum juga mengalami kesulitan dalam mengeskpresikan emosi negatif terutama dalam situasi tekanan yang tinggi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved