Ramai Tren Hidung Mancung dan Dagu Lancip, dr Junivan Lindra Kenalkan Perawatan Facial Harmony
Ramai tren hidung mancung dan dagu lancip, dr Junivan Lindra kenalkan perawatan berbasis facial harmony, tegaskan cantik adalah proporsional.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kecantikan bukan hanya soal simetri sempurna, melainkan juga proporsi, keseimbangan, dan harmoni wajah.
Hal itu seperti yang dikatakan dr Junivan Lindra dari Clariskin Clinic Surabaya.
Dokter yang dijuluki Bapak Benang Indonesia ini juga mengenalkan perawatan estetik berbasis facial harmony dengan perpaduan sains dan seni untuk menciptakan wajah yang seimbang dan tetap natural.
Hal ini untuk mengedukasi pasien supaya mendapatkan perawatan kecantikan sesuai keunikan diri sendiri.
“Semua wanita pasti ingin terlihat muda dan cantik. Wanita mana yang mau terlihat tua dan jelek. Tapi cantik seperti apa, kadang bingung mulainya dari mana. Misal saya buat hidungnya seperti Song Hye Kyo artis Korea Selatan, belum tentu cocok,” ujar dr Junivan Lindra di Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (2/8/2025).
dr Junivan Lindra juga dikenal sebagai pengajar teknik contouring dan pencipta berbagai teknik threadlift (tanam benang) yang digunakan secara luas.
Baca juga: Neuvel Clinic Kenalkan Manfaat Secretome dan Tes Genetik, Terobosan Kecantikan Regeneratif
Dicontohkan dalam prosedur threadlift hidung untuk membuat hidung terlihat lebih mancung maupun bentuk dagu sesuai proporsi.
Seperti yang disebutnya, perawatan unnoticeable result, bahwa meski banyak perubahan yang dilakukan seperti tanam benang, filler, botox, akan tetap terlihat natural, tidak mencolok atau tidak kentara.
Trainer of Ultra V Threadlift itu mengatakan, dokter tidak boleh membuat pasien terlihat lebay (berlebihan), dagu kepanjangan meskipun tengah tren dan diminati banyak wanita supaya tampil tirus dan dagu lancip.
“Kita harus kasih tahu ilmu yang betul supaya pasien tetap cantik versinya sendiri. Langkah pertama bukan selalu dagu panjang supaya jadi cantik, tapi harus analisis satu per satu, jangan FOMO (fear of missing out: takut ketinggalan). Semua wanita itu unik, tidak semua sama. Ada pasien yang perlu difiller dulu, botox dulu atau dibenang dulu,” ujarnya.
Dalam tindakan perawatannya, Clariskin melakukan pendekatan personal dengan menganalisa maupun mapping wajah, perencanaan treatment yang terarah (kenali-bentuk-sempurnakan) dengan kombinasi booster, contouring, maupun anti-aging sesuai kebutuhan.
Selain bentuk wajah, melakukan perawatan juga sangat penting. Terutama dalam menjaga kulit tetap kencang dan awet muda.
dr Junivan menyebut, setiap orang tidak lepas dari penuaan, oleh karenanya penting untuk menjaga wajah secara keseluruhan.
“Tidak hanya tone wajah, tetapi juga bentuk wajah dan tekstur sehingga ini yang perlu dijaga dan dirawat agar flawless beauty,” ungkapnya.
dr Junivan Lindra
Clariskin Clinic Surabaya
Pakuwon Mall Surabaya
artis Korea Selatan
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Tribun Jatim
| Drama Penjaga TK di Rungkut Surabaya: Curi Rp43 Juta demi Mudik, Sempat Antar Kepsek Lapor Polisi |
|
|---|
| Buntut OTT Bupati Gatut Sunu, KPK Segel Ruang Kepala Dinas hingga Bidang Bina Marga PUPR Tulungagung |
|
|---|
| Stok LPG 3 Kg di Tuban Ludes dalam Satu Jam, Pertamina Tambah Pasokan 28 Ribu Tabung |
|
|---|
| Usut Dugaan Penimbunan LPG 3 Kg di Lumajang, Polisi Periksa Tiga Pemilik Pangkalan dan Agen |
|
|---|
| Jasad Mahasiswi Tulungagung Ditemukan di Bendung Gerak Kediri, Diduga Hanyut Sejak Tiga Hari Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dr-Junivan-Lindra-dari-Clariskin-Clinic-Surabaya-membahas-terkait-minat-kecantikan.jpg)