Berita Viral
Siswa Pramuka Viral Robek Bendera Merah Putih, Kepsek Minta Maaf Salah Instruksi
Aksi bendera dirobek ini menimbulkan perdebatan dari masyarakat karena dianggap melecehkan simbol negara.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, memberikan respons terkait viralnya video perobekan pinggiran bendera Merah Putih yang dilakukan oleh siswa MAN 1 Padang.
Muhidi menyampaikan hal itu usai mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI di Istana Gubernur Sumbar, Minggu.
Menurutnya, kasus tersebut diharapkan bukan dilakukan secara sengaja, melainkan karena faktor ketidaktahuan atau kurang memahami makna bendera sebagai lambang negara.
"Mudah-mudahan itu bukan karena kesengajaan, mungkin faktor kecelakaan atau kurang memahami makna. Ke depan, sekecil apapun kesalahan itu harus kita minimalisasi agar tidak menimbulkan salah tafsir. Apalagi ini menyangkut bendera Merah Putih yang dulu diperjuangkan dengan tumpah darah," kata Muhidi kepada Tribun Padang.
Ia menegaskan, bendera Merah Putih harus selalu dijaga, dihormati, dan dimuliakan.
"Kita sekarang menikmatinya dengan menaikkan dan menurunkan bendera sebagai simbol penghormatan. Itu yang harus dijaga oleh generasi penerus," ujarnya.
Terkait tindak lanjut kasus ini, Muhidi menyerahkan sepenuhnya kepada instansi terkait sesuai prosedur yang berlaku.
"Kalau ada pemanggilan pihak sekolah, tentu kita serahkan kepada dinas terkait. Yang jelas, ini menjadi pelajaran penting agar tahun-tahun ke depan tidak terjadi lagi," jelasnya.
Baca juga: Bahas Soal 3 Kali Menikah, Muzdalifah Minta Pernikahan dengan Fadel Islami Didoakan: Kawin Cerai
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut menanggapi beredarnya video viral perobekan pinggiran bendera yang terjadi di MAN 1 Padang pada Jumat (15/8/2025) lalu.
Menanggapi hal itu, Mahyeldi menegaskan bahwa perobekan bendera Merah Putih tidak boleh terjadi dalam situasi apapun.
Menurutnya, bendera adalah simbol penghormatan bangsa kepada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.
"Saya belum dapat informasi peristiwa itu. Tapi yang jelas, perobekan bendera tidak boleh terjadi," kata Mahyeldi kepada wartawan, Minggu.
"Justru pada saat sekarang ini kita harus menjaga dan merawat serta menunjukkan penghargaan kepada para pahlawan dan pejuang kita dengan cara menaikkan bendera Merah Putih," imbuhnya.
Mahyeldi menambahkan, Pemprov Sumbar sebelumnya juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh bupati dan wali kota agar selama bulan Agustus masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih di rumah masing-masing, termasuk di kantor-kantor pemerintahan.
"Itulah simbol penghargaan kita. Dengan menaikkan bendera Merah Putih, kita menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada para pahlawan bangsa."
"Mudah-mudahan ke depan, Merah Putih tetap kita kibarkan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme," tandas Mahyeldi.
| Fahrozi Bunuh dan Mutilasi Ibunya karena Tak Dapat Uang untuk Slot, Bayar Penggali Lubang Rp300 Ribu |
|
|---|
| Pengakuan Siswa SMA yang Ngaku Dicopot dari Ketua OSIS karena Kritik MBG, Akui Tak Ada Kudeta |
|
|---|
| 6 Bulan Guru PPPK Belum Digaji, Syok Isi Kontrak Kerja Diubah Sepihak, Upah Anjlok Jadi Rp250 Ribu |
|
|---|
| Ambil Kas Desa yang Ditabung Sejak Tahun 1995, Warga Patungan Rp 75 Juta untuk Perbaiki Jalan Rusak |
|
|---|
| Nasib Gaji ke-13 ASN di Tengah Efisiensi Anggaran Diungkap Purbaya, Diminta Sabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/viral-siswa-Pramuka-robek-bendera.jpg)