Berita Viral
Sakit Hati Diduga Sering Diejek Ilham, Sandiwara Pembunuhan Teman kini Terbongkar
Ulah satu dari lima pelaku. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Ilham dibunuh karena dipicu sakit hati.
Namun, kata Dicky, pihaknya tidak serta merta memercayainya.
"Kalau menurut kami, ini masalah perempuan."
"Ini masih kami selidiki, kami pihak keluarga cari sendiri informasi soal perempuan ini benar atau tidak," tambahnya.
Dipicu Sakit Hati
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Risqi Akbar mengatakan, pemicu pembunuhan diawali dari rasa sakit hati DB, teman sekolah korban.
"DB sakit hati terhadap korban, dimana korban sering mengejek orangtuanya," ujar Kompol Risqi.
Kompol Risqi belum merinci bentuk ejekan yang dimaksud, tetapi untuk melancarkan siasatnya, DB mengajak empat pelaku lainnya untuk membunuh korban.
Lalu berdasarkan pengamatan, mereka mendapat informasi bahwa korban akan melintasi Jalan Kebun Sayur, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu (12/4/2025).
Kemudian sekira pukul 23.00, korban melintasi lokasi kejadian dengan berboncengan tiga dengan dua temannya.
Saat korban melintas, motornya langsung dihentikan oleh MH.
"Tersangka MH langsung memukul wajah dan dada korban dengan sekuat tenaga sehingga korban terjatuh," ungkap Kompol Risqi.
Setelah terjatuh, pelaku DRH langsung menutup mulut korban.
Sedangkan dua teman korban melarikan diri.
Setelah korban lemas, MH, DRH, AS, dan DB lalu membawa korban ke arah semak-semak.
Kemudian tersangka A menyembunyikan motor Ilham agar tidak dilihat oleh warga yang melintas.
Lalu setelah berada di semak-semak, tubuh korban dilempar ke tanah.
"Tersangka MH kemudian memerintahkan tersangka DRH untuk mengecek korban."
"Tersangka DRH mengecek nadi leher dan menampar pipi korban sambil berkata, 'masih gerak'," ujar Kompol Risqi.
Setelah mendengar hal itu, MH mengambil samurai yang sudah disiapkannya.
Kemudian para pelaku menganiaya korban hingga tewas.
"Setelah itu, tersangka MH, AS, DB, dan A membawa korban ke arah sumur dan memandikan korban."
"Sedangkan tersangka DRH membersihkan lokasi," ungkap Kompol Risqi.
Setelah korban dimandikan, MH merancang skenario agar kematian korban seolah-olah seperti kecelakaan.
Mulanya, korban dimasukkan ke parit.
"Setelah itu, tersangka MH membawa motor korban dengan kecepatan tinggi mengarah parit, lalu melompat dan membiarkan motor jatuh ke parit," ujar Kompol Risqi.
Kini para pelaku ditahan di Polresta Deli Serdang untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.
Mereka disangkakan Pasal 340 KUHPidana Subs 80 ayat (3) UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Ancaman hukumannya mati, seumur hidup, atau paling lama penjara 20 tahun. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Viral Guru Sugio Tolak MBG, Sekolah Protes Pengiriman Selalu Terlambat sampai Siswa Sudah Pulang |
|
|---|
| 12 Jam seusai Dadan Hidayana Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung, Karyawan Tak Bisa Naik |
|
|---|
| Awal Mula Dandi Pemuda Tulungagung Nikah Nenek Mendes yang Berusia 63 Tahun, Beri Mahar Rp 200 Ribu |
|
|---|
| Rincian Harta Kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya yang Balas Kritik Dino Patti Djalal Senilai Rp 20 M |
|
|---|
| Penyebab Rupiah Tembus Rp17.900 per Dollar AS Menurut Analis Mata Uang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kapolresta-Deli-Serdang-Kombes-Pol-Hendria-Lesmana-bocah-13-tahun-Ilham-tewas-dibunuh-5-orang.jpg)