Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pria Ditangkap Polisi Gara-gara Kulit Ayam Goreng, Pecahkan Kaca Jendela

Ia sampai berbuat onar dengan memecahkan kaca jendela drive thru menggunakan tangan kosong.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
ISTIMEWA - Pexels/Labskiii
NGAMUK - Polisi menangkap pria berinisial MA (27) yang berbuat onar di restoran cepat saji di wilayah Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan. Ia bikin rusuh gara-gara tak diberi kulit ayam goreng. 

TRIBUNJATIM.COM - Gara-gara kulit ayam goreng, seorang pria di Serpong berinisial MA (27), ditangkap polisi.

Polisi menangkap MA yang berbuat onar di restoran cepat saji di wilayah Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan.

Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 16 Agustus 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Siswa SMP Diminta Iuran Rp700 Ribu untuk Laptop Kenang-kenangan, Kepsek Sebut Sumbangan Sukarela

"Pelaku diamankan hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2025, pukul 18.00 WIB, oleh anggota Opsnal Polsek Cisauk," kata Dhady pada Senin (25/8/2025).

Dhady menjelaskan, pelaku mulanya datang ke restoran cepat saji.

Ia lalu meminta nasi dan gorengan kulit ayam sebagai camilan.

Saat itu, karyawan restoran mengaku bahwa kulit ayam sedang kosong.

Pelaku kemudian diberikan nasi 15 bungkus serta uang Rp15 ribu.

"Karena pelaku tidak diberikan goreng kulit ayam, pelaku marah-marah, cekcok mulut dengan saksi sebagai shift leader," ujar Kapolsek.

"Selanjutnya pelaku dibawa oleh sekuriti KFC keluar untuk ditengahi," imbuhnya, melansir Tribun Jakarta.

Setelahnya, pelaku yang sudah diusir kembali datang ke restoran.

Ia berbuat onar dengan memecahkan kaca jendela drive thru menggunakan tangan kosong.

Petugas sekuriti sempat meminta pertanggungjawaban pelaku.

Namun, saat itu pelaku langsung meninggalkan TKP.

"Pelaku ketika melaksanakan aksinya dalam keadaan mabuk setelah meminum dua botol minuman keras," ungkap Dhady.

Polisi menangkap pria berinisial MA (27) yang berbuat onar di restoran cepat saji di wilayah Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan. Ia bikin rusuh gara-gara tak diberi kulit ayam goreng.


Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Gara-gara Kulit Ayam Goreng Pemuda di Serpong Ditangkap Polisi, Bikin Onar di Restoran Cepat Saji, https://jakarta.tribunnews.com/2025/08/25/gara-gara-kulit-ayam-goreng-pemuda-di-serpong-ditangkap-polisi-bikin-onar-di-restoran-cepat-saji?utm_medium=widget-ml-detail-article&utm_content=reco-related&utm_source=jakarta.tribunnews.com.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Pebby Adhe Liana
Polisi menangkap pria berinisial MA (27) yang berbuat onar di restoran cepat saji di wilayah Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan. Ia bikin rusuh gara-gara tak diberi kulit ayam goreng. (via Tribun Jakarta)

Sementara itu di Jawa Timur, video seorang calo tiket bus di Terminal Purabaya Bungurasih dikeroyok sejumlah orang, viral di media sosial (medsos).

Aksi pengeroyokan terjadi pada Rabu (20/8/2025) pagi, pukul 05.00 WIB, di pintu keluar bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Calo tiket bus yang dikeroyok tersebut bernama Rudy alias Kentit.

Adapun Kentit dikeroyok karena membuat calon penumpang kesal.

Calon penumpang kesal bus ditumpangi tidak kunjung berangkat setelah dua jam menunggu.

Selain itu, penumpang juga sudah membeli tiket dari Kentit tujuan Banyuwangi sebesar Rp125.000.

Namun, oleh Kentit hanya dikembalikan sebesar Rp100.000.

Video Kentit dikeroyok sejumlah orang di Terminal Purabaya Bungurasih itu pun viral di media sosial.

Baca juga: Kejar Pendemo sampai Geruduk Mie Gacoan, Aksi Polisi Bikin Kesal Pengunjung & Pekerja: Caranya Kasar

Kini, Kentit telah diamankan oleh Polsek Waru.

Tetapi, tidak dilakukan penahanan karena statusnya sebagai korban pengeroyokan, sehingga hanya dilakukan pembinaan.

Setelah dimintai keterangan polisi, Kentit mengaku tak mengembalikan penuh uang refund penumpang karena tidak ada uang pecahan.

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan, Jumat (22/8/2025), seperti dilansir dari Kompas.com.

"Alasannya kenapa dia hanya mengembalikan Rp100.000 karena enggak ada duit kecil (pecahan) katanya. Ya enggak masuk akal, beberapa menit langsung enggak ada," kata Agus.

Diduga, Kentit yang sehari-sehari mencari uang dari hasil penjualan tiket tidak resmi di area Terminal Bungurasih dikenal sebagai calo yang culas.

"Si calo ini memang terkenal nakal, agak culas mungkin ya," ucap Agus.

AKSI PENGEROYOKAN - Video calo bus di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo dikeroyok calon penumpang pada Rabu (20/8/2025). Bermula dari penumpang geram karena bus yang ditumpangi tidak kunjung berangkat setelah dua jam menunggu. Selain itu, penumpang juga menuntut pengembalian uang tiket yang dibeli dari calo tersebut.
Video calo bus di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo dikeroyok calon penumpang pada Rabu (20/8/2025). Bermula dari penumpang geram karena bus yang ditumpangi tidak kunjung berangkat setelah dua jam menunggu. (Instagram/bus_jawatimuran)

Agus mengimbau kepada penumpang di area Terminal Purabaya Bungurasih untuk segera melapor ke Polsek Waru atau pos polisi yang berada di terminal jika mengetahui ada calo.

"Lebih cepat lebih baik, supaya kita bisa cepat menangani dan mendeteksi. Jangan dianggap remeh akhirnya berlarut-larut. Kami punya pos di Bungurasih itu," pungkasnya.

Baca juga: Pria Rela Bayar Rp2,5 Juta Demi Digotong Pakai Keranda, Lengkap sambil Kenakan Kafan

Di sisi lain, Rudy alias Kentit mengaku kapok usai dikeroyok calon penumpang karena tidak mengembalikan penuh uang refund.

"Udah enggak (calo lagi), kapok katanya. Enggak balik (kemali jadi calo) katanya," kata Agus.

"Tak kasih tahu, kerja yang baik, jangan bikin kotor piringmu sendiri. Kalau mau balik, balik aja. Tapi orang sudah ngerti kamu. Saya intip lagi, tidak balik dia," ucap Agus.

Agus mengatakan, Kentit mengalami luka-luka di tubuhnya usai dikeroyok dengan menggunakan benda tajam dan batu bata.

"Sebelah kiri pelipisnya lubang karena dipukul pakai kunci yang ditaruh di antara jari, jadi bocor sebelah kiri. Terus kepalanya bengkak karena dipukul bata," ujarnya.

Polisi mengaku meminta Kentit untuk berobat ke rumah sakit, namun yang bersangkutan enggan dan ingin mengobati luka secara mandiri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved