Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian kebakaran di area bangunan bekas kebakaran Apotek Kimia Farma Jalan Diponegoro, DR Soetomo, Tegalsari, Surabaya, Rabu (5/4/2023).
Pantauan TribunJatim.com di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Inafis Polrestabes Surabaya sudah tiba di lokasi, berkoordinasi dengan Anggota Unit Reskrim Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya, untuk melakukan olah TKP.
Setelah petugas pemadam kebakaran beserta kendaraan truk pemadam mulai meninggalkan lokasi kebakaran. Giliran petugas kepolisian berseragam dinas luar dengan kaus oranye, mengambil alih tugas.
Mereka mulai menyisir berbagai sudut area bekas kebakaran untuk menemukan petunjuk barang bukti yang merujuk pada penjelasan sumber pasti kebakaran tersebut.
Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya Kompol Imam Mustolih mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti kebakaran bangunan apotek tersebut.
Pihaknya, hingga saat ini, masih berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah TKP di lokasi bekas kebakaran.
Baca juga: Kepanikan saat Apotek Kimia Farma di Surabaya Terbakar, Saksi Teriak Minta Semua Orang Keluar
Baca juga: Kesaksian Pegawai saat Apotek Kimia Farma Surabaya Terbakar: Diawali Lampu Padam Disusul Kobaran Api
"Masih olah TKP dengan Inafis di lokasi," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (5/4/2023).
Sebelumnya, karyawan apotek bagian sales marketing, Akbari (31) mengatakan, kemunculan api diketahui oleh para pegawai dari atap plafon ruang musala yang berada di sisi belakang bangunan utama tersebut.
Kemudian, kobaran api merembet hingga ke atap ruangan lain, seperti ruang penyimpanan alat medis, kemudian ruang berisi dokumen.
"Kalau dirunut dari musala, ya yang terbakar alat alat medis, dan penyimpanan dokumen. Dan merembet ke ruangan pelayanan. Ruangan 20 m x 5 m," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca juga: BREAKING NEWS - Apotek Kimia Farma di Jalan Diponegoro Surabaya Terbakar
Ia menduga, penyebab kebakaran bangunan tempatnya kerja itu, karena korsleting kelistrikan, di ruangan tersebut.
Pasalnya, sekitar 30 menit sebelum diketahui munculnya kobaran api. Lampu penerangan di seluruh ruangan kantor apotek tersebut, sempat padam.
Saat para pegawai berupaya mencari penyebab padamnya penerangan ruangan. Ternyata, karyawan malah dikagetkan adanya kepulan asap hitam, yang tak lama kemudian, berubah menjadi kobaran api.
"Tadi mati lampu, sekitar 30 menitan. Enggak nyala lagi lampunya, tapi sudah langsung terbakar," pungkasnya.
Bisnis Manajer Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Surabaya, Duddy Abdurrahman menduga, insiden kebakaran tersebut, karena korsleting instalasi kelistrikan di salah satu ruangan.
"Kemungkinan ada korsleting. Belum bisa pastikan. Karena yang diluhat asap. Belum ada laporan (soal listrik gejala padam sehari sebelumnya). Dugaan korsleting ajah," ujar pria berkemeja batik warna biru lengan panjang, di lokasi.
Sementara itu, mengenai penyebab utama kebakaran tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Dedik Irianto menegaskan, pihaknya tetap menunggu hasil olah TKP dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya, sebab pihak yang lebih berwenang melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut.
Kendati demikian, berdasarkan pantauan dan pengamatan personilnya di lokasi selama memadamkan kebakaran.
Dedik menduga, penyebab kebakaran berasal dari korsleting instalasi kelistrikan di salah satu area bangunan apotek tersebut.
Korsleting tersebut menyebabkan munculnya percikan api yang mengenai benda mudah terbakar di bagian langit-langit bangunan apotek.
"Dugaan sementara ya kemungkinan korsleting listrik. Karena di sini tidak ada aktivitas masak atau apa. Kemungkinan itu, tapi nanti pastinya, biar Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya memastikan penyebab," jelas Dedik saat ditemui awak media di lokasi.
Pantauan TribunJatim.com di lokasi, sekitar pukul 16.14 WIB. Beberapa truk pemadam kebakaran satu per satu mulai meninggalkan area lokasi kebakaran. Dan menandakan proses pemadaman tahap pembasan area kebakaran telah dinyatakan selesai.
Bahkan ruas Jalan Diponegoro tepat depan apotek yang semula ditutup sementara untuk proses pelaksanaan tanggap kedaruratan tersebut, terpantau telah dibuka secara bertahap, dengan pengawasan beberapa petugas polisi lalu lintas di beberapa sudut bahu jalan.
Terpantau, belasan orang karyawan apotek berdiri di depan area bangunan kantor tempat mereka bekerja, seraya melihat proses beberapa petugas pemadam kebakaran berkemas merapikan kembali selang air, mesin pompa, pakaian pelindung, dan tangga darurat yang mereka sempat gunakan berjibaku melawan api.
Kemudian, sejumlah petugas Polisi dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya mulai berdatangan untuk melakukan serangkaian tahapan olah TKP di area apotek bekas terbakar