"UT sudah mengenal e-learning, tugas online, dan sebagainya. Ini adalah kelebihan. UT bisa selangkah lebih maju menghadapi kemajuan teknologi dan bicara soal revolusi industri 5.0," terangnya.
Pada revolusi industri 1.0, orang berburu untuk bertahan hidup. Lalu kemudian pada era 2.0, mulai bergulit ke konsep agrikultur. Bercocok tanam telah mengahasilkan makanan untuk kebutuhan hidup. Lalu pada 3.0, ada mesin uap, munculnya pabrik di mana-mana.
Pada era 4.0, ini eranya informasi di internet. Pesan pendek dari aplikasi, muncul media sosial sebagai tempat berinteraksi. Bahkan di era ini, banyak orang mudah percaya informasi di dalam internet.
"Padahal menurut saya tidak ada yang 100 persen benar karena buatan manusia. Pada era 4.0, masih ada internet of thing, tapi manusia tetap menjadi pengendalinya. Sekarang mulai berbeda, pada era 5.0 hampir semuanya dilakukan mesin," katanya.
Ia mengajak para wisudawan bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Bayu juga meyakni bahwa lulusan UT bisa bersaing di dunia luar untuk meniti karir yang cemerlang.