Bagaimanapun, kita harus memberikan kompensasi.
Namun pihak supermarket tidak memiliki peraturan yang jelas bahwa kerusakan harus diganti 10 kali lipat.
Saya tidak setuju." ujarnya kesal.
Ketika mendengar itu, karyawan tidak tahu harus berkata apa.
Pada akhirnya, karyawan harus mengizinkan Guo mengganti telur pecah tersebut dengan harga normal.
Setelah itu, Guo memposting cerita tersebut di media sosial.
Hal ini menimbulkan perdebatan dari banyak netizen.
Beberapa orang mengira itu adalah kesalahan Guo karena tidak merawat anaknya dengan baik, menyebabkan kerusakan pada supermarket dan menuntut kompensasi yang berlebihan dianggap wajar.
Beberapa orang berpikir demikian Putra Guo baru berusia 4 tahun, dan dia tidak bermaksud menyebabkan kejadian ini.
Karyawan supermarket tidak perlu menganggap serius anak-anak.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com