Menurutnya, suatu pekerjaan hanyalah sebatas syarat bagi setiap insan manusia dalam berusaha menjemput rezeki yang telah ditentukan Sang Pencipta.
Begitu juga dengan takdir Husni diterima di UTM dengan memilih prodi Psikologi.
“Setiap anak terlahir dengan rezekinya, saya berjualan akik karena hobi semenjak menginjak dewasa. Ke sana kemari mencari batu-batu kerikil, kemudian saya potong untuk dibuat cincin. Alhamdulillah bisa laku 30 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah,” pungkasnya.
Setelah mengikuti wisuda di Madrasah Aliyah Plus Nurul Ilmi, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Husni Mubarok lebih banyak membantu pekerjaan Muallam di rumah. Karena sejak lulus SD, Husni lebih banyak menghabiskan waktu di pesantren.
“Ayah hanya bilang, lanjutkan saja kuliah psikologi meski beasiswa KIP tidak diterima. Harapannya bisa lanjut sampai jenjang magister,” singkat Husni.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com