Ramadan 2025

Durasi Puasa Ramadan di Dunia, ada yang Menahan Lapar dan Haus Hingga 16 Jam

Editor: Torik Aqua
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DURASI RAMADAN DUNIA - Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan 1 Ramadan 1439 H di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi guna menetukan rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal untuk dimusyawarahkan dalam sidang isbat. Beda durasi Ramadan di seluruh dunia.

Perbedaan Musim:

Pada musim panas, hari-hari lebih panjang, sehingga durasi puasa menjadi lebih lama.

Sebaliknya, pada musim dingin, hari-hari lebih pendek, yang berarti durasi puasa juga lebih singkat.

Bagaimana Durasi Puasa Berubah Setiap Tahun?

Karena Ramadan bergeser lebih awal setiap tahunnya, durasi puasa juga berubah setiap tahunnya.

Misalnya, pada tahun 2031, Ramadan akan jatuh pada titik balik matahari musim dingin di belahan bumi utara, membuat durasi puasa lebih pendek, sekitar 10 hingga 12 jam, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mungkin lebih panjang.

Bagaimana Ramadan Akan Berubah di Tahun-Tahun Mendatang?

Pada tahun 2031, Ramadan akan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin, yang akan membuat waktu puasa lebih pendek di belahan bumi utara, sementara di belahan bumi selatan, durasi puasa akan lebih panjang.

Setelah itu, jam puasa di belahan bumi utara akan mulai bertambah panjang lagi hingga mencapai puncaknya di titik balik matahari musim panas.

Di sisi lain, negara-negara di belahan bumi selatan akan mengalami pengurangan durasi puasa.

Tantangan Puasa di Zona Waktu yang Berbeda

Puasa di zona waktu yang berbeda memunculkan tantangan tersendiri.

Di negara-negara dengan durasi puasa yang sangat panjang, seperti di negara-negara Skandinavia dan Greenland, umat Muslim harus melakukan perencanaan yang cermat untuk memastikan mereka mendapatkan cukup hidrasi dan gizi, karena puasa yang sangat panjang membutuhkan persiapan khusus.

 Sementara itu, di negara-negara dengan durasi puasa lebih pendek, seperti di negara-negara tropis, tantangannya lebih kepada mengelola hidrasi dan nutrisi yang tepat untuk menjaga energi sepanjang hari.

Pengalaman Berpuasa di Berbagai Negara

Berpuasa di berbagai belahan dunia memberikan pengalaman yang berbeda.

Di negara-negara dengan musim yang sangat berbeda, seperti di Eropa utara atau di negara-negara sekitar kutub, umat Muslim harus menghadapi kenyataan bahwa siang hari bisa berlangsung sangat panjang, sehingga waktu puasa menjadi lebih lama.

Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan, seperti Australia dan Afrika Selatan, cenderung memiliki puasa yang lebih singkat, memberikan pengalaman yang berbeda pula.

Menghadapi Ramadan dengan Bijak

Bagi umat Muslim yang berpuasa di negara dengan durasi yang sangat panjang, penting untuk merencanakan waktu berbuka dengan bijak.

Selain itu, menjaga asupan gizi dengan memilih makanan yang bergizi dan cukup hidrasi sangat penting agar tetap bertenaga selama menjalani ibadah puasa.

Meskipun tantangan bisa berbeda-beda, pengalaman berpuasa di bulan Ramadan adalah momen yang penuh berkah dan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan serta kedekatan dengan Allah SWT.

Ramadan adalah bulan penuh berkah, namun juga menghadirkan tantangan terkait durasi puasa yang berbeda di berbagai belahan dunia.

 Setiap tahun, durasi puasa akan berbeda tergantung pada musim dan posisi geografis negara. Meski demikian, umat Muslim di seluruh dunia tetap menjalani puasa dengan penuh keimanan, mengikuti petunjuk yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu untuk berbuka tepat waktu setelah waktu Maghrib tiba dan menjaga keseimbangan asupan makanan untuk mendukung ibadah yang lancar.

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

Berita Terkini