Hal itu memaksa Try Sutrisno untuk berhenti sekolah dan mencari nafkah sebagai penjual rokok dan penjual koran.
Pada usia 13, Try Sutrisno ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati dan melawan tetapi tidak ada yang menganggapnya serius dan ia akhirnya dipekerjakan sebagai kurir.
Karir Try Sutrisno melesat saat tahun 1974, ketika dia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto.
Soeharto mulai menyukai Try dan sejak saat itu, karier militer Try akan meroket.
Hingga pada 11 Maret 1993 Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden RI hingga 11 Maret 1998.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com