Berita Viral

Siswi SMA Trauma Fotonya Diedit Pakai AI, Penyebar Jual Rp50 Ribu di Telegram

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO DIEDIT AI - Ilustrasi Telegram. Foto siswi SMA diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI) lalu dijual di Telegram menjadi sorotan. Kasus foto diedit pakai AI ini menimpa siswi SMA di Kota Cirebon, Selasa (26/8/2025).

Tidak hanya menyebarkan, para pelaku juga diduga menjual foto-foto hasil manipulasi itu melalui aplikasi Telegram dengan harga Rp 50 ribu untuk 20 foto. 

Baca juga: Demo Bela Siswi SMA Korban Pelecehan Guru Olahraga, Murid Justru Diintimidasi, Sekolah Bawa Aparat

Orangtua Pelaku Penyebaran Minta Maaf

Orang tua dari para terduga pelaku penyebaran foto syur hasil editan kecerdasan buatan (AI) terhadap siswi SMA di Cirebon akhirnya angkat bicara.

Melalui kuasa hukum mereka, orang tua terduga pelaku berinisial I dan A menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada para korban yang fotonya disalahgunakan.

“Ya, saya Angga mewakili klien kami ananda I dan ananda A dan rekan saya saudara Gusti yang mewakili kliennya V."

"Bahwa memang kami melakukan konferensi pers ini satu sisi untuk meminta maaf sedalam-dalamnya atas perilaku atau diduga dilakukan oleh klien kami yang tidak baik,” ujar Angga dalam konferensi pers, Senin (25/8/2025), dikutip dari Tribun Cirebon.

Angga menegaskan, pihaknya tidak menutup mata perbuatan tersebut telah merugikan banyak pihak, khususnya para korban.

“Kami juga ingin menjelaskan bagaimana kronologis yang sebenarnya atau fakta-fakta agar tidak tumpang tindih."

"Meskipun kami sadari bahwa perilaku klien kami salah, kami berharap para pihak korban bisa menerima permintaan maaf ini,” ucapnya.

Angga, kuasa hukum terduga pelaku I dan A (baju putih, disampaikan Gusti, kuasa Hukum terduga pelaku V (baju kotak-kotak). (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kronologi

Dalam penjelasannya, Angga membeberkan bagaimana kasus ini bermula.

Ia menyebut, para terduga pelaku awalnya tergabung dalam sebuah grup WhatsApp bernama Spenma Boy.

Dari grup tersebut, seorang anggota misterius mengirimkan 10 foto, terdiri dari 1 foto hasil editan dengan watermark dan 9 foto asli yang belum diedit.

“Terduga pelaku A ini dalam pengaturan WhatsApp-nya menggunakan auto save. Jadi foto otomatis masuk ke galeri."

"Lalu foto itu sempat hilang dari HP I, sehingga dia meminta lagi ke A."

Halaman
1234

Berita Terkini