“Dua titik di kecamatan, dan satu titik di TPA. Rencananya, yang di kecamatan akan dibangun di Pandaan. Akan ada dua mesin di sana. Kenapa di Pandaan, karena per hari sampahnya bisa mencapai 26 ton. Kalau bisa selesai di kecamatan kan mengurangi penumpukan sampah di TPA,” urainya.
Satu mesin insenerator itu, kata dia, bisa mengelola 16 ton sampah per hari. Artinya, ketika dua mesin, itu cukup mengelola produksi sampah di Kecamatan Pandaan. Yang tidak bisa diolah dihancurkan dengan mesin, yang bisa dipilah dan bernilai ekonomis bisa dikelola KSM.
Tahun depan, kata dia, Dispendukcapil harus berbenah. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor. Menurutnya, kantor hanya tempat server dan approval. Semua layanan cukup sampai di kecamatan. Jangan sampai ada masyarakat datang dari Tosari ke Bangil hanya mengurus KTP saja.
Dia juga bersyukur serapan gabah petani di Pasuruan naik kurang lebih 10 kali lipat dari tahun 2024 yang hanya 900 ton, dan sampai saat ini sudah mencapai 9.000 ton.
Faktornya intervensi dari Bulog, dengan harga gabah yang layak, petani menjual berasnya ke bulog dan semangat bertani tumbuh.
Dalam program sosial, kata dia, pihaknya juga sudah mendengar aspirasi dari penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemda akan mendukung penyandang disabilitas untuk mudah diterima di dunia kerja.
“Bagi saya, setiap pembangunan ada tantangannya, kalau kita gak mencoba, kapan kita berhasil. Kita punya akurasi data masalah itu yang diselesaikan. Dan kuncinya, kita tidak bisa bergerak sendirian. Kita perlu kolaborasi, ada Forkopimda, ada DPRD, lintas sektor yakni Pemprov Jatim dan pusat,” tutupnya.