Sosok Pasutri Polisi-Dokter Banyuwangi Keliling Rumah Warga Miskin Beri Sunat Gratis, Dana Pribadi

Pasangan polisi dan dokter di Banyuwangi menggelar sunat on the road dengan mendatangi langsung rumah anak-anak kurang mampu.

Tayang:
Dokumentasi Pribadi/TribunJatim.com
SUNAT ON THE ROAD - Kegiatan sunat on the road yang digagas pasangan suami-istri Setyo Budi Bijaksana dan Khusnul Imama di Banyuwangi. Sebanyak 15 anak telah disunat dalam kegiatan sosial itu, Selasa (3/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pasangan polisi dan dokter di Banyuwangi berinisiatif menggelar sunat on the road dengan mendatangi langsung rumah anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim, dan korban broken home.
  • Program sosial ini telah berlangsung sekitar empat bulan dan menyasar anak-anak yang kesulitan akses sunat massal karena faktor ekonomi maupun rasa malu.
  • Seluruh kegiatan dibiayai mandiri tanpa sponsor, melibatkan dokter dan perawat berpengalaman dengan metode laser dan konvensional.

 

TRIBUNJATIM.COM - Pasangan suami-istri Setyo Budi Bijaksana dan Khusnul Imama berinisitif menggelar "sunat on the road".

Mereka berkeliling rumah-rumah warga kurang mampu dan yatim piatu untuk mengkhitan anak secara gratis.

Setyo merupakan polisi berpangkat aiptu yang berdinas di Polresta Banyuwangi

Sementara Khusnul merupakan seorang dokter yang berdinas di salah satu rumah sakit swasta di kota yang sama.

Kegiatan sunat on the road yang mereka inisiasi ini telah berjalan sekitar empat bulan.

Setidaknya, 15 anak dari keluarga kurang mampu telah disunat melalui program tersebut. 

Baca juga: Kakek di Banyuwangi Jatuh ke dalam Sumur saat Berjemur, Nyawa Tak Tertolong

Proses Khitan di Rumah Anak

Dalam sunat on the road, mereka membawa serta tenaga medis profesional.

Setyo mengatakan, sunat on the road notabene adalah adalah kegiatan sosial sejenis sunat masal.

Bedanya, proses khitan dilakukan langsung di rumah sang anak.

Dengan begitu, mereka tak harus pergi jauh-jauh ke klinik atau fasilitas kesehatan lainnya untuk dapat disunat.

"Kegiatan ini lahir atas keinginan kami untuk membantu anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung," kata Setyo, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Kopi Langka Yellow Caturra Tumbuh Subur di Lereng Gunung Raung Banyuwangi, Jadi Incaran Dunia

Alasan Datangi Rumah Warga

Memilih datang langsung ke rumah anak yang akan dikhitan bukan tanpa alasan. 

Di sekitar wilayah mereka tinggal, banyak warga yang enggan mengantar anaknya ke kegiatan sunat masal gratis karena merasa malu. 

Mereka beranggapan, sunat masal spesifik hanya untuk kalangan keluarga miskin.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved