Endang Kaget Dinyatakan Tak Layak Terima Bansos, Ditulis Punya Perahu Padahal Cuma Ada Motor 1
Endang tercatat punya kendaraan roda empat dan perahu, padahal suami dia hanya kuli bangunan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Alfahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM - Warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai melakukan proses sanggah pasca diumumkan hasil seleksi program Digitalisasi Bansos atau Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Mereka menyanggah sejumlah alasan penyebab mereka dinyatakan tidak layak sebagai penerima bansos.
Baca juga: 4 Rumah Tidak Layak Huni Dapat Program Renovasi dari Subandi, Warga Diminta Sabar sampai Lebaran
Mulai dari desil tinggi karena kepemilikan roda empat, daya listrik PLN yang di atas 900 watt, hingga kepemilikan sertifikat yang lebih dari satu.
Digitalisasi bansos telah memasuki tahapan masa sanggah usai diumumkan hasilnya.
Warga yang dinyatakan tidak layak sebagai penerima bansos diberikan kesempatan untuk melakukan sanggah.
Salah satunya dialami oleh Endang Kartika, warga Desa Olehsari, Kecamatan Licin.
Endang mendapatkan hasil pengumuman bansos dari petugas desa yang kebetulan juga sebagai agen Perlinsos.
Agen tersebut juga sempat membantu Endang melakukan proses sanggah mengisi form data-data.
Mulai kondisi rumah, pekerjaan suami, dan kendaraan yang sebenarnya dimiliki.
Namun, dia mengaku kaget dirinya dinyatakan tidak layak sebagai penerima bansos.
Dari data yang dimiliki pemerintah, Endang tercatat memiliki kendaraan roda empat dan perahu, padahal suami dia hanya kuli bangunan.
"Tidak mungkin saya memiliki kendaraan itu. Suami saya kerjanya serabutan, kuli bangunan," ungkap Endang.
"Saya sendiri hanya di rumah, ngurus dua anak. Rumah yang saya tempati juga statusnya masih rumah keluarga, punyanya hanya satu sepeda motor," lanjutnya.
Dia mengaku, beberapa waktu lalu, sempat dipinjam KTP oleh kerabatnya untuk proses kredit kendaraan bermotor.
| Kisah Petugas PUDAM Pergoki Pencuri Meteran Air di Banyuwangi saat Beraksi: Saya Tahu Dia Bohong |
|
|---|
| 136 Meteran PUDAM Banyuwangi Hilang Dicolong, Pelakunya Terekam CCTV Beraksi Profesional |
|
|---|
| Imbas Harga Plastik Mahal, Perajin Besek Bambu Banyuwangi Banjir Rezeki, Harga Rp 2.500 Per Buah |
|
|---|
| Romansa Pesisir Banyuwangi, Mengungkap Asal-usul Tari Padangulan dan Tradisi Purnama Muda-Mudi |
|
|---|
| Harga Manggis Melambung Jadi Rp80 Ribu, Banyuwangi Punya Peluang & Potensi Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Endang-kaget-dinyatakan-tak-layak-terima-bansos.jpg)