Berita Viral
Imbas Harga Plastik Mahal, Perajin Besek Bambu Banyuwangi Banjir Rezeki, Harga Rp 2.500 Per Buah
Kenaikan harga plastik rupanya membawa rezeki bagi sebagian orang. Satu di antaranya adalah perajin besek bambu buatan.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Ani Susanti
Ringkasan Berita:
- Perajin besek bambu buatan Banyuwangi banjir orderan imbas kenaikan harga plastik
- Cerita tentang pembeli yang berebut pesan
- Keunggulan besek bambu buatan dan harganya
TRIBUNJATIM.COM - Kenaikan harga plastik rupanya membawa rezeki bagi sebagian orang.
Satu di antaranya adalah perajin besek bambu buatan di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.
Diketahui, kenaikan harga plastik membuat minat masyarakat pada produk ramah lingkungan meningkat.
Tokoh Lingkungan Papring, Widie Nurmahmudy, mengatakan bahwa fenomena tersebut berdampak positif pada melonjaknya pesanan besek bambu dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Harga Plastik Tak Terkendali, Bupati Madiun Dorong UMKM Go Digital untuk Tekan Biaya Produksi
Permintaan tidak hanya meningkat secara bertahap, tetapi melonjak dalam hitungan minggu.
Bahkan, banyak pembeli harus rela menunggu atau inden karena tingginya antrean pesanan.
“Dalam satu minggu ini pesanan jauh lebih banyak, sampai harus inden. perajin juga sampai harus saling mencari tahu siapa yang sudah punya stok, untuk memenuhi permintaan pesanan,” ujar Widie, Kamis (16/4/2026), melansir dari Kompas.com.
Permintaan datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi, didominasi pembeli yang mengambil dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Dari sisi harga, besek juga mengalami kenaikan.
Dari sekitar Rp 1.500 per buah kini menjadi Rp 2.500 di tingkat perajin.
Pembeli Berebut Dapat Pesanan
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat pasar, bahkan pembeli saling berebut mendapatkan pesanan.
Tingginya pesanan pun membuat para pelaku usaha harus memutar strategi agar produksi tetap berjalan, salah satunya dengan melibatkan warga sekitar.
Widie menceritakan, sang ibu yang juga perajin kini aktif mengerahkan emak-emak di lingkungan rumahnya untuk ikut membantu proses pembuatan besek.
“Dulu dikerjakan sendiri. Kini, karena pesanan meningkat dan sering dihubungi, ibu saya mengajak emak-emak tetangga untuk membantu, mulai dari pemotongan hingga pembentukan,” ungkapnya.
Langkah ini dilakukan agar pesanan tetap bisa terpenuhi di tengah lonjakan permintaan.
| Viral Guru Sugio Tolak MBG, Sekolah Protes Pengiriman Selalu Terlambat sampai Siswa Sudah Pulang |
|
|---|
| 12 Jam seusai Dadan Hidayana Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung, Karyawan Tak Bisa Naik |
|
|---|
| Awal Mula Dandi Pemuda Tulungagung Nikah Nenek Mendes yang Berusia 63 Tahun, Beri Mahar Rp 200 Ribu |
|
|---|
| Rincian Harta Kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya yang Balas Kritik Dino Patti Djalal Senilai Rp 20 M |
|
|---|
| Penyebab Rupiah Tembus Rp17.900 per Dollar AS Menurut Analis Mata Uang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Imbas-Harga-Plastik-Mahal-Perajin-Besek-Bambu-Banyuwangi-Banjir-Rezeki-Harga-Rp-2500-Per-Buah.jpg)