Lebaran 2026

Cerita Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Gilimanuk: Baru Kali Ini

Carini Nurfiana, salah satu pemudik, mengaku terjebak kemacetan selama lebih dari 12 jam

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
PEMUDIK - Pemudik keluar dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Selasa (17/3/2026). Pada H-4, kemacetan masih terjadi untuk kendaraan roda empat dan lebih. 

Ringkasan Berita:
  • Pemudik dari Bali ke Jawa terjebak macet hingga 12–14 jam.
  • Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai lebih dari 20 km.
  • Kendaraan roda dua relatif lebih lancar dibanding mobil.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Arus mudik dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mengalami kemacetan parah pada H-4 Lebaran, Selasa (17/3/2026).

Sejumlah pemudik bahkan mengaku terjebak antrean hingga belasan jam.

Carini Nurfiana, salah satu pemudik, mengaku terjebak kemacetan selama lebih dari 12 jam. Ia berangkat dari Kuta sekitar pukul 19.00 WITA. Berangkat berombongan lima orang menaiki mobil, Carini terjebak macet pukul 22.00 WITA di titik sekitar 30 km sebelum pelabuhan.

Pemudik Terjebak Hingga 14 Jam

Kendaraan yang dikendarai rombongan tersebut baru tuntas menyebrang di Pelabuhan Ketapang pukul 11.00 WIB esok harinya. Itu artinya mereka terjabak macet sekitar 14 jam.

"Kemarin saya sudah sempat baca berita kalau di Gilimanuk ramai. Tapi tidak terbayang kalau separah ini," kata wanita yang hendak mudik ke Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi itu.

Baca juga: H-5 Lebaran 2026: Lebih dari 300 Ribu Orang Tinggalkan Bali Menuju Jawa via Pelabuhan Gilimanuk

Carini mengaku sudah 16 tahun tinggal di Bali. Setiap tahun saat Lebaran, ia selalu pulang ke kampung halaman. Selama itu pula, ia baru kali ini merasakan kemacetan ekstrem di lintas Ketapang, Gilimanuk.

"Saya sebenarnya mau mudik saat hari H Lebaran biar tidak macet. Tapi keluarga besar di rumah sudah minta supaya cepat pulang," imbuh dia.

Hal senada disampaikan Lihan, pemudik tujuan Lumajang. Ia berangkat dari Denpasar sekitar pukul 00.00 WITA. Sekitar tiga jam kemudian atau pukul 03.00, mobil yang dia kendarai sudah terjebak macet.

Antrean Capai Puluhan Kilometer

"Macetnya tadi malam sekitar 30 km dari Pelabuhan Gilimanuk," ungkapnya.

Membawa mobil kecil, Lihan berusaha menyalip kendaraan-kendaraan di depannya melalui sisi kiri jalan. Hal tersebut cukup membuat ia bisa sampai di pelabuhan lebih cepat.

Lihan baru tiba di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sekitar pukul 11.45 WIB.

"Ini mudik paling macet yang pernah saya lalui. Sebelumnya saya tanya teman-teman yang sudah mudik duluan. Sepertinya lebih parah Minggu-Senin kemarin," ucap dia.

Baca juga: Arus Kendaraan ke Bali Mulai Meningkat, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan Pribadi

Pantauan lalu lintas di peta digital, Selasa siang, menunjukkan, ekor kemacetan berada di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Panjang kemacetan sekitar 21 km.

Kondisi tersebut memendek dibandingkan kemacetan dua hari sebelumnya. Ekor kemacetan terparah sempat terpantau di jarak 35 km dari Pelabuhan Gilimanuk.

Saat ini, kemacetan terjadi untuk kendaraan roda empat atau lebih. Kendaraan roda dua umumnya bisa melintas dengan lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya.

Lia, pemudik bersepeda motor dari Bali menuju Jawa, mengatakan, tak terjebak kemacetan selama berkendara.

"Mobil-mobil macet. Kalau motor enggak. Alhamdulillah bisa sampai lebih cepat," ujar dia.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved