4 Hari Macet Parah di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir dan Penumpang Menjerit

Pantauan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang pada Rabu sore terpantau sepanjang 14 kilometer (km) dari pintu masuk

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
MACET - Para pengguna jasa terjebak kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (1/4/2026). Mereka berharap ada solusi dari kemacetan yang telah berlangsung empat hari itu. 

Ringkasan Berita:
  • Kemacetan di Pelabuhan Ketapang mencapai 14 km dan sudah berlangsung 4 hari.
  • Sopir logistik, bus, dan kendaraan pribadi mengalami kerugian waktu dan biaya.
  • Pengguna jasa meminta solusi jangka pendek dan panjang dari pemerintah.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kemacetan parah masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang hingga Rabu (1/4/2026). 

Kemacetan yang telah berlangsung selama empat hari itu membuat para pengguna jasa merugi dan mengeluh.

Pantauan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang pada Rabu sore terpantau sepanjang 14 kilometer (km) dari pintu masuk pelabuhan. Kendaraan yang terjebak kemacetan mayoritas didominasi oleh, truk logistik, pikap, bus, dan mobil pribadi.

Para pengguna jasa mengeluhkan kemacetan merugikan mereka, baik dari sisi materiil maupun waktu. Mereka berharap, pemerintah memberi solusi jangka pendek dan jangka panjang agar kemacetan tak berlarut maupun terulang.

Baca juga: Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir Logistik Keluhkan Kerugian

Sopir Logistik Alami Kerugian

Katijo, sopir pikap pengangkut aneka sayur dan buah tujuan Bali mengaku merugi akibat kemacetan tersebut. Hampir setiap hari ia menyebrang untuk mengirim komoditas yang relatif cepat layu atau busuk itu.

"Saya kirim ke pasar di Denpasar untuk dijual di sana. Karena macet, saya jadi beberapa kali telat sampai ke pasar. Harusnya jam 9 malam sudah sampai dan mulai berdagang, gara-gara macet pernah baru sampai jam 2 pagi," kata dia.

Baca juga: Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir Logistik Keluhkan Kerugian

Akibat kemacetan, biaya bahan bakar yang dikeluarkan turut bertambah. Belum lagi, risiko dagangan tak habis karena telat tiba di pasar.

Lain cerita dengan Rizky, warga yang hendak balik ke Bali menaiki mobil. Rizky dalam perjalanan menuju Denpasar setelah mudik ke Madiun. Ia bersama keluarga kecilnya, termasuk seorang bayi yang usianya belum genap 5 bulan.

Pemudik dan Penumpang Ikut Terdampak

Dalam perjalanannya balik, Rizky terjebak macet sekitar tiga jam. Waktu itu tergolong pendek sebab Rizky memilih untuk salip kanan-kiri agar cepat sampai ke tujuan.

Kemacetan serupa ia alami ketika arus balik dua pekan lalu di Perlabuhan Gilimanuk, yakni saat ia hendak berangkat dari Bali menuju Jawa.

"Setiap tahun memang selalu macet. Tapi tahun ini sepertinya yang terparah," tambah Rizky.

Dalam perjalanannya kali ini, Rizky berharap akan sampai ke tujuan secara aman dan nyaman. Apalagi, ia membawa buah hati yang masih bayi. 

Salah satu pihak yang menghabiskan waktu paling lama di jalan raya adalah para sopir truk logistik. Mereka tak bisa salip kanan-kiri seperti pengendara kecil lain.

Ketika akan sampai di muka Pelabuhan Ketapang, mereka juga tak bisa langsung masuk ke area dalam. Para sopir truk besar harus menuju kantong parkir sembari menunggu giliran menyebrang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved