4 Hari Macet Parah di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir dan Penumpang Menjerit

Pantauan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang pada Rabu sore terpantau sepanjang 14 kilometer (km) dari pintu masuk

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
MACET - Para pengguna jasa terjebak kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (1/4/2026). Mereka berharap ada solusi dari kemacetan yang telah berlangsung empat hari itu. 

Hal tersebut terjadi karena tak semua dermaga bisa digunakan oleh truk logistik ukuran besar. Dermaga yang bisa dipakai oleh para sopir truk logistik adalah dermaga LCM dan Bulusan.

Made, salah satu sopir truk logistik, mengaku sudah dua hari terjebak kemacetan. Waktu yang paling lama ia habiskan di kantong parkir, menunggu gilingan masuk ke kapal.

"Saya membawa muatan kaleng sarden bekas menuju Denpasar," kata warga Kabupaten Jembrana.

Waktu yang habis diperjalanan membuat biaya yang harus ia keluarkan membengkak. Kebutuhan bahan bakar, makan-minum, dan lainnya melebihi perhitungan awal ketika berangkat.

"Kebutuhan ya jadi bertambah, berkali-kali lipat," ujarnya.

Ucok, sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) juga mengeluhkan kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Berjam-jam ia harus menunggu waktu untuk bisa menempuh perjalanan belasan kilometer.

"Saya banyak dikomplain sama penumpang," kata Ucok.

Kemacetan ini, kata Ucok, terasa aneh sebab jadwal puncak arus balik telah berlalu. Posko angkutan Lebaran juga telah ditutup oleh otoritas kekait.

Baik Katijo, Rizky, Made, dan Ucok berharap, kemacetan di Pelabuhan Ketapang bisa ditangani. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Bagi Katijo, misalnya, kelancaran di Pelabuhan Ketapang menjadi penting sebab hampir tiap hari ia beraktivitas di lintasan tersebut untuk bekerja.

Usulan-usulan yang muncul untuk mengatasi kemacetan, misalnya dengan penambahan dermaga, bisa menjadi solusi agar kemacetan tak terulang pada moment-moment padat penumpang selanjutnya.

"Dengan begitu, arus lalu lintas bisa lancar, terutama saat padat seperti mudik dan balik," kata salah satu dari mereka.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved