Keluhan Perajin Tahu di Banyuwangi, Harga Kedelai Naik Imbas Rupiah Lemah Tapi Harga Jual Tetap Sama

Perajin tahu yang bahan baku utamanya dari kedelai impor, mengeluhkan nasib akibat keuntungan yang kian tergerus.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
TAHU - Aktivitas pembuatan tahu House of Tofu di Kelurahan Penantigan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (26/5/2026). Perajin tahu terdampak nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Perajin tahu di Banyuwangi berharap, harga kedelai bisa terkendali dan tak terus meroket ke depannya.
  • Ia khawatir usahanya akan terdampak buruk bila biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan baku lebih besar ketimbang pendapatan kotornya.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kian lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat harga komoditas impor melesat naik.

Perajin tahu yang bahan baku utamanya berasal dari kedelai impor, mengeluhkan nasib akibat keuntungan yang kian tergerus.

Baca juga: Damkar Bondowoso Evakuasi Ular Kobra Sepanjang 1,2 Meter yang Masuk Rumah Warga Tegalampel

Pada Rabu (27/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menembus angka 17.858.

Angka ini merupakan rekor tertinggi nilai rupiah sepanjang sejarah.

"Dampaknya besar sekali. Harga kedelai dalam lima bulan terakhir ini sudah naik Rp2 ribu per kg. Desember lalu harganya Rp8.500 per kg. Sekarang sudah Rp10.500 per kg," kata perajin tahu di Kelurahan Penantigan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Nurul Hakim.

Hakim fokus membuat tahu sejak 2005.

Sebelumnya, usaha dijalankan oleh kedua orang tua Hakim sejak 1979.

Di kelurahan yang sama, beberapa perajin tahu sempat muncul.

Lima tahun lalu misalnya, terdapat tiga perajin tahu.

Namun, dua di antaranya gulung tikar karena tak mampu mempertahankan laba.

Hanya usaha Hakim yang masih berjalan hingga saat ini.

Hakim mengolah tahu di dapur samping rumahnya yang dinamai House of Tofu.

Lokasinya persis berdempetan dengan bangunan utama tempat tinggal. 

Di dapur tersebut terdapat berbagai alat dan sarana pembuatan tahu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved