Macet Horor 5 Km Jalur Situbondo-Banyuwangi Menuju Pelabuhan Ketapang, Sopir Truk Terjebak 6 Jam

Kemacetan panjang kembali berulang di jalur Situbondo-Banyuwangi, khususnya pada perlintasan yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang. 

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
ANTRE - Antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (5/6/2026). Lonjakan truk besar disebut sebagai salah satu penyebab. 
Ringkasan Berita:
  • Skala Kemacetan: Antrean kendaraan truk besar mengular hingga 5 kilometer di lajur kiri jalan raya Situbondo menuju Banyuwangi.
  • Waktu Tunggu: Para sopir truk logistik melaporkan harus tertahan hingga 6-16 jam dari mulai jalan raya hingga berhasil masuk ke dalam kapal.
  • Penyebab Utama: Terjadi lonjakan volume arus kendaraan bersumbu tiga ke atas sebesar 2 persen (di atas rata-rata normal 2.000 unit per hari).

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Kemacetan panjang kembali berulang di jalur Situbondo-Banyuwangi, khususnya pada perlintasan yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang

Lonjakan signifikan jumlah kendaraan logistik bertonase besar yang hendak menyeberang ke Pulau Bali ditengarai menjadi pemicu utama antrean mengular tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (5/6/2026) siang, ekor kemacetan dari arah Situbondo menuju Banyuwangi telah mencapai radius sekitar 5 kilometer (km) dari gerbang pelabuhan.

Baca juga: Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Aspirasi, Pemkab Siapkan Kebijakan Lebih Ramah Lansia

Antrean didominasi oleh truk tronton bersumbu tiga ke atas yang terpaksa parkir di satu lajur jalan, sementara mobil pribadi dan roda dua relatif masih bisa bergerak melintas.

Nestapa Sopir Truk: Antre Belasan Jam dan Biaya Membengkak

Kemacetan ini memberikan dampak langsung bagi para sopir logistik. Udin, salah seorang sopir truk muatan karton air minum dalam kemasan asal Gresik tujuan Badung, Bali, menceritakan pengalamannya yang terjebak kemacetan parah sejak Kamis (4/6/2026) petang.

"Saya kena macet dari jam 6 sore di jarak sekitar 3 kilometer sebelum pelabuhan. Baru bisa masuk area parkir dalam pelabuhan jam 12 malam," keluh Udin saat ditemui di area Dermaga LCM, Jumat.

Penderitaan Udin tidak berhenti di situ. Setelah mengantre 6 jam di jalan raya, ia harus kembali menunggu giliran masuk ke dalam manifes kapal di kantong parkir Bulusan. Truknya baru benar-benar bisa menaiki geladak kapal pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat keterlambatan massal ini, para sopir mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya logistik harian seperti uang makan dan bahan bakar minyak (BBM).

Respons ASDP Ketapang: Tambah Kapal dan Terapkan Sistem TBB

Menanggapi situasi krusial ini, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, mengonfirmasi bahwa ada kenaikan volume kendaraan besar sebesar 2 persen dari hari biasanya.

Baca juga: Langkah Awal Sekda Banyuwangi yang Baru: Perkuat Pengawasan hingga Evaluasi Kinerja OPD

"Kenaikan jumlah truk besar yang menyeberang menjadi salah satu penyebab kemacetan. Biasanya truk besar yang menyeberang berkisar di angka 2 ribu unit per hari, namun saat ini ada peningkatan sekitar 2 persen," beber Arief.

Guna mengurai sumbatan arus lalu lintas di jalur nasional tersebut, pihak ASDP Ketapang langsung menerapkan dua strategi taktis per hari ini:

  • Penambahan Armada Kapal: Di Dermaga LCM (Landed Craft Mechanical) yang dikhususkan untuk kendaraan logistik berat, ASDP menambah operasional kapal dari yang semula hanya 9 kapal menjadi 12 kapal per hari.
  • Penerapan Sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB): Mengingat kondisi arus lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk (Bali) terpantau landai, kapal yang telah membongkar muatan di Bali diinstruksikan untuk langsung berlayar kembali ke Ketapang tanpa harus menunggu muatan penuh dari Bali.

Langkah akselerasi ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu kendaraan di kantong-kantong parkir eksternal, sehingga fluktuasi antrean di jalur Situbondo-Banyuwangi dapat segera normal kembali dalam waktu dekat.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved