Dampak Pelemahan Rupiah Dirasakan Angkutan Kapal, Ongkos Perawatan Ikut Naik

Pelemahan rupiah menambah beban kenaikan beberapa kebutuhan angkutan kapal setelah perang Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
CEK OLI KAPAL - Pekerja kapal mengecek drum berisi oli di dalam salah satu kapal milik perusahaan PT Sadina Mitra Bahari di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Operator kapal mengeluhkan kenaikan kebutuhan perawatan dan suku cadang. 

Ringkasan Berita:
  • Akibat pelemahan rupiah, beberapa suku cadang mengalami kenaikan, biaya perawatan kapal ikut membengkak.
  • Pihak operator kapal pun mau tidak mau harus berhemat.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pelemahan rupiah juga berdampak pada usaha angkutan penyeberangan.

Akibat kenaikan beberapa suku cadang, biaya perawatan kapal ikut membengkak.

Baca juga: Dibunuh Suami Sendiri, Bidan di Situbondo Dikenal Sopan & Baik ke Semua Rekan Kerjanya di RSU Besuki

Per Minggu (7/6/2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai Rp 18.095.

Pelemahan rupiah menambah beban kenaikan beberapa kebutuhan kapal setelah perang Timur Tengah.

Ketua Gapasdap Jawa Timur, I Putu Gede Widiana mengatakan, ongkos untuk perawatan kapal meningkat cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

"Yang paling terasa, kenaikan harga oli yang lebih dari dua kali lipat," kata Putu, Minggu (7/6/2026).

Sebelum perang di Timur Tengah pecah, harga oli untuk kapal produk Pertamina berada di kisaran Rp4,5 juta per drum berkapasitas 209 liter.

"Pada awal April, harganya naik menjadi Rp6,950 juta per drum. Lalu pada 2 Juni lalu, naik lagi menjadi Rp9,33 juta per drum," tambah Putu.

Satu unit kapal ferry, kata dia, membutuhkan oli sekitar 2-4 drum untuk sekali pergantian, tergantung ukuran kapal.

Rata-rata pergantian oli dilakukan antara 500 hingga 1.000 jam operasional.

Selain oli, beberapa sparepart kapal yang bersifat fast moving juga naik harga.

Sparepart yang dimaksud, misalnya filter oli dan nozzle injector.

Biasanya produk yang bagus adalah buatan asing.

"Produk yang bagus itu impor. Dan harganya mengikuti kurs dollar AS," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved