Selama Ramadan, SPPG Temas Kota Batu Distribusikan MBG Menu Kering

Penyesuaian menu dilakukan selama Ramadan dari menu makanan basah menjadi menu kering agar lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
MBG - Petugas di SPPG Temas Kota Batu hendak mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu makanan kering khusus Ramadhan ke siswa, Rabu (25/2/2026). 

TRIBUNJATIM.COM - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temas, Kota Batu, telah mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering, Rabu (25/2/2026).

Menu kering yang sudah didistribusikan adalah sebanyak 1.865 porsi.

Rincian dari menu kering itu di antaranya roti pisang, apel Fuji, kacang koro, dan keripik tempe.

Menu itu dibagikan ke para siswa mulai jenjang TK hingga MA.

Baca juga: SPPG Yayasan Bakti Bunda Berjaya Desa Talango Rutin Gelar Yasinan & Doa Bersama selain Masak MBG

Kepala SPPG Temas, Elmico Duta Amordiaz, mengatakan penyesuaian menu dilakukan selama Ramadan dari menu makanan basah menjadi menu kering agar lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi.

“Kami memastikan menu kering yang dibagikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa selama Ramadan, sekaligus mempertimbangkan ketahanan pangan dan kemudahan dalam mendistribusikannya,” kata Elmico Duta Amordiaz, Rabu (25/2/2026).

Elmico menjelaskan waktu distribusi selama Ramadan dibagi menjadi tiga sesi pengantaran, dimulai pukul 08.30 WIB di TK Teratai dengan 85 penerima dan SPS Nusa Indah untuk 20 siswa, kloter kedua pukul 09.00 WIB dikirim ke SDN Temas 1 dengan 360 penerima, dan pengiriman ketiga pukul 11.00 WIB ke MAN Batu dengan total 1.400 penerima manfaat.

“Kami ambil beberapa bahan produk dari UMKM Kota Batu. Kami ingin dari SPPG Temas bisa memberikan kontribusi positif pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mendorong seluruh dapur SPPG di Kota Batu untuk memprioritaskan penggunaan komoditas pertanian dan peternakan asal Kota Batu.

Terlebih, Kota Batu merupakan kota dengan sektor pertanian dan peternakan yang unggul sehingga sangat mungkin untuk menjadi pemasok utama bahan baku MBG, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga produk peternakan lainnya.

“Kami ingin program nasional MBG ini memberikan manfaat ganda. Anak-anak memperoleh asupan gizi yang berkualitas, sementara petani dan peternak lokal juga merasakan dampak ekonominya,” jelas Alfi Nurhidayat. (myu)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved