Kota Batu Tak Sedingin Dulu, Kualitas Udara Alami Penurunan

Kota Batu tak sedingin dulu. Inilah yang dirasakan masyarakat maupun wisatawan yang datang lebih dari sekali ke Batu

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
ilustrasi Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Batu mengalami penurunan, tahun 2024 lalu di angka 83,95 sedangkan tahun 2025 turun menjadi 73,10. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada tekanan besar pada beban emisi di wilayah Kota Batu 

 

Ringkasan Berita:
  • Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Batu menurun dari 83,95 pada 2024 menjadi 73,10 pada 2025
  • Penurunan kualitas udara dipicu oleh pembakaran sampah, gas metana, perubahan iklim, gas rumah kaca, tingginya volume kendaraan
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni, menyatakan pihaknya tengah menyusun strategi pemulihan kualitas udara.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kota Batu tak sedingin dulu. Inilah yang dirasakan masyarakat maupun wisatawan yang datang lebih dari sekali ke Batu. 

Kondisi ini ternyata bukan tanpa sebab. Salah satu penyebab Kota Batu tak sedingin dulu karena Indeks Kualitas Udara (IKU) yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, IKU Kota Batu tahun 2025 ini diangka 73,10. Sementara pada tahun 2024 lalu di angka 83,95.

Hal ini tentu bukan kabar yang menyenangkan sebab skala angka digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, risiko kesehatan, dan kebersihan udara di suatu wilayah secara real-time.

Selain menjadi kabar tak sedap terkait kualitas udara di Kota Batu, angka tersebut juga di bawah target, dengan target 87,00 lebih. Angka 73,10 ini menunjukkan bahwa ada tekanan besar pada beban emisi di wilayah Kota Batu.

Baca juga: Kualitas Udara Kabupaten Trenggalek Terbaik se-Jawa Timur, Peringkat Nasional Naik ke Posisi 72

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan penurunan kualitas udara di Kota Batu ini diantaranya karena banyaknya masyarakat yang masih melakukan pembakaran sampah dan perubahan iklim. 

“Ada beberapa faktor, tapi yang paling mempengaruhi itu bakar sampah. Penyebab lain juga karena gas metana, perubahan iklim dan gas rumah kaca,” kata Dian Fachroni, Kamis (26/2/2026).

Hal lain yang menyebabkan kualitas udara di Kota Batu menurun karena pengaruh tingginya volume kendaraan yang datang ke Kota Batu dan aktivitas pembangunan infrastruktur, serta pembukaan lahan. 

“Saat ini kami tengah menyusun strategi untuk melakukan upaya memulihkan kualitas udara. Tapi itu semua perlu sinergi lintas sektor, termasuk penataan lalu lintas dan penanaman pohon di area-area krusial yang ada di Batu,” ujarnya

Baca juga: Daftar Lokasi Gate Parkir Elektronik Alun-alun Batu yang Dibuka Setelah Lama Jadi Pajangan

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved