Respons Pemkot Batu Soal Rencana WFH Bagi ASN dan Sekolah Daring untuk Pelajar
Pemerintah Kota Batu sampai dengan saat ini belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Kota Batu belum menerapkan kebijakan WFH/WFA dan masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
- Wali Kota Nurochman menilai dampak WFH di Batu tidak terlalu signifikan karena jarak tempuh ASN relatif dekat dan lalu lintas lancar.
- Pemerintah daerah masih mengkaji apakah kebijakan tersebut bersifat wajib atau opsional.
- Sektor pendidikan tetap berjalan normal tatap muka sambil menunggu petunjuk teknis dari pusat
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu sampai dengan saat ini belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat dan mengkaji terkait hal itu.
“Yang jelas kami masih menunggu arahan dari pusat nanti seperti apa,” kata Nurochman, Kamis (26/3/2026).
Nurochman menuturkan soal rencana WFH maupun Work from Anywhere (WFA) bagi ASN di lingkup pemerintah daerah khususnya Kota Batu sejatinya tidak terlalu berdampak.
Itu dikarenakan kondisi lalu lintas maupun jarak tempuh para ASN ke Balai Kota Batu tak terlalu jauh dan lalu lintas di Kota Batu yang lancar.
Untuk itu pihaknya akan mengkaji sekaligus menunggu aturan tersebut wajib diberlakukan diseluruh daerah atau hanya bersifat opsional semata.
Baca juga: Layanan Publik Surabaya Tetap 100 Persen Meski ASN WFA, Eri Cahyadi: Pelayanan Tak Boleh Berhenti
“Mungkin daerah tidak terlalu terdampak karena jaraknya pendek. Ini yang akan kami analisa dan menunggu pusat apakah ketentuan WFA dan WFH itu opsional atau perintah,” jelasnya.
Sedangkan terkait sekolah daring bagi siswa yang wacananya sempat muncul, pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu menyatakan apabila ada arahan lebih lanjut dari pusat, pihaknya berencana menggelar pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat memastikan untuk saat ini pendidikan di Kota Batu tidak menerapkan WFH atau WFA. Sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara normal dengan tatap muka.
“Meskipun wacana WFH dan atau WFA ini terus menguat, kami di Dinas Pendidikan selaku otoritas pendidikan di Kota Batu masih menunggu instruksi resmi dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” tutur Alfi.
Alfi menyatakan, nantinya setelah adanya keputusan yang dikeluarkan pusat, pihaknya akan melihat terlebih dahulu situasi dan kondisi di Kota Batu.
“Kita juga akan mencari opsi-opsi terbaik terkait penerapan pembelajaran daring jika memang diberlakukan. Intinya arahan petunjuk Pak Wali Kota tentunya menginginkan yang terbaik buat anak-anak khususnya dan masyarakat Kota Batu umumnya,” pungkasnya.
Baca juga: Berbeda dengan Pemprov Jatim, Pemkab Tuban Belum Berencana Terapkan WFH untuk Hemat BBM
| Pembongkaran di Simpang Patih Kota Batu Sempat Diprotes PKL, Minta Relokasi dan Kompensasi |
|
|---|
| Libur Panjang Mei 2026, Pemkot Batu Instruksikan Seluruh OPD dan Layanan Darurat Siaga |
|
|---|
| Strategi Pengelolaan Sampah Kota Batu di Forum LSDP, Target Bangun TPST Modern di Tlekung |
|
|---|
| Enam Kandidat Sekda Kota Batu Jalani Asesmen di BKD Jatim, Pj Sekda Tekankan Integritas & Kapasitas |
|
|---|
| Langsung dari Makkah, Wali Kota Batu Nurochman Doakan Persikoba Dapat Tiket Promosi ke Liga 3 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ASN-Pemkot-Batu-saat-tengah-beraktivitas-di-lingkungan-Balai-Kota-Among-Tani.jpg)