Wisata Mikutopia Kota Batu Didatangi Disnaker, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Dicek
Dinas Tenaga Kerja Kota Batu melakukan kunjungan ke wisata Mikutopia untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal di destinasi wisata
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Tenaga Kerja Kota Batu melakukan kunjungan ke wisata Mikutopia untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal di destinasi wisata tersebut.
Menurut Kepala Disnaker Kota Batu, Mokhamad Forkan kedatangannya bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu membahas aspek ketenagakerjaan, perlindungan sosial, hingga kontribusi sektor wisata terhadap pendapatan daerah.
Hasilnya, Mikutopia saat ini memiliki total 203 karyawan yang mayoritas merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
“Dari jumlah karyawan keseluruhan ada 192 orang atau 95 persen merupakan warga sekitar,” kata Mokhamad Forkan, Senin (13/4/2026).
Selain itu Forkan juga memastikan terkait rencana pihak pengelola untuk memberikan perlindungan kepada pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Pihak Mikutopia menyanggupi untuk mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Baca juga: Respons Satpol PP Kota Batu Soal Isu Penutupan Wisata Mikutopia: Tidak Bisa Sembarangan
Untuk menjamin hak-hak para pekerja terpenuhi dan juga untuk menghindari sengketa dikemudian hari, Disnaker mendorong Mikutopia untuk segera menyusun regulasi internal yang mengatur hubungan kerja secara jelas dengan para pekerja.
Kami meminta agar segera diterbitkan Peraturan Perusahaan yang mengatur hak dan kewajiban antara perusahaan dan pekerja,” jelasnya.
Soal upah bagi para karyawan, lanjut Forkan pihak manajemen memastikan penerapan Upah Minimum Kota (UMK) masih dilakukan secara bertahap. Sebab tempat wisata bertema jamur ini baru buka di tanggal 21 Maret 2026 lalu.
“Terkait gaji karena masih dalam tahap rintisan, pemberlakuan UMK dilakukan secara bertahap,” tuturnya.
Sementara itu disisi lain, sesuai arahan dari Wali Kota Batu, Nurochman pengelola Mikutopia diminta untuk tidak memberikan akses gratis wahana saat periode kunjungan tinggi, khususnya ‘long weekend’.
“Ya benar. Kami sudah menyampaikan agar tidak menggratiskan wahana pada saat peak session atau high season,” pungkasnya
Baca juga: Mikutopia Kota Batu Jadi Sorotan: Dari Insiden Pengunjung Tewas Hingga Wahana Patah dan Izin Amdal
| Kejanggalan Pasar Induk Among Tani Batu, Isi Ulang Token Wajib di UPT & Jumlah Pedagang Membengkak |
|
|---|
| Di Kota Batu, May Day 2026 Diperingati Berbeda |
|
|---|
| Harga Plastik Mahal, Walikota Batu Usulkan Pakai Daun dan Besek untuk Wadah Daging Kurban |
|
|---|
| Duel Sengit di Kota Batu: Korban Gagalkan Pencurian Motor, Satu Pelaku Babak Belur Dihajar Massa |
|
|---|
| Buntut dari Sengketa Sumber Air, Warga Giripurno Tagih Janji Yayasan Al-Hikmah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Satpol-PP-Kota-Batu-Buka-Suara-Soal-Isu-Penutupan-Wisata-Mikutopia.jpg)