Dampak Rupiah Melemah Dirasakan Peternak & Petani Kota Batu, Ketar-ketir Harga Pakan Ternak Naik

Melemahnya rupiah memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang cenderung turun.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
DAMPAK RUPIAH MELEMAH - Dampak rupiah melemah membuat naiknya harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga naiknya kemasan plastik yang mencapai 100 persen. Sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar karena sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor. 

Ringkasan Berita:
  • Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat petani dan peternak di Kota Batu menjerit.
  • Melemahnya rupiah memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang justru cenderung turun.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Siapa bilang melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tak berpengaruh bagi masyarakat desa?

Kenyataannya, kondisi ini membuat petani dan peternak di Kota Batu menjerit.

Baca juga: Penyebab Unej Tak Sanggup Bangun SPPG di Tahun 2026, Sebut Masih Perlu Kajian Detail

Penasehat Kelompok Peternak Ayam Petelur Kota Batu, Ludi Tanarto mengatakan, dampak rupiah melemah membuat naiknya harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga naiknya kemasan plastik yang mencapai 100 persen.

Alhasil semuanya memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang justru cenderung turun.

"Sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar karena sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor," kata Ludi, Selasa (19/5/2026).

"Sekitar 60 persen komponen pakan ternak masih menggunakan bahan impor, sehingga pembayarannya memakai dolar," imbuhnya.

"Ketika nilai dolar naik seperti sekarang, dampaknya langsung terasa pada harga pakan," tutur Ludi.

Ludi menjelaskan, dampak yang dirasakan para petani dan peternak di Kota Batu sudah terjadi dalam dua bulan terakhir.

Bahkan, harga pakan ternak sudah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali.

"Tiap naik berkisar Rp200 per kilogram, sehingga total kenaikan mencapai Rp600 per kilogram," jelasnya.

"Awalnya harga pakan sekitar Rp7.400 per kilogram, sekarang sudah menyentuh Rp8.000 per kilogram atau hampir 10 persen," bebernya.

Kenaikan juga terjadi pada bahan plastik untuk kemasan produk pertanian maupun peternakan.

Saat ini, kenaikan plastik mencapai 100 persen akibat bahan bakunya juga bergantung pada impor.

"Harga botol plastik bahkan naik sampai 100 persen. Memang untuk plastik kemasan naiknya cukup tinggi. Sementara bahan aktif obat pertanian juga masih impor dan transaksinya menggunakan dolar. Ini tentunya terdampak," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved