Fenomena Bediding Mulai Melanda Kota Batu dan Malang, Suhu Malam Hari Bisa Capai Belasan Derajat

Masyarakat Kota Batu dan wilayah Malang Raya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih dingin dibanding biasanya

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
SUHU DINGIN - Ilustrasi wisatawan di Alun-Alun Kota Batu. Kota Batu dan Malang saat ini lagi dingin-dinginnya karena memasuki musim bediding atau awal musim kemarau. 
Ringkasan Berita:
  • Kota Batu dan Malang Raya mulai mengalami fenomena bediding seiring masuknya musim kemarau
  • Suhu udara pada malam hingga pagi hari dapat turun hingga belasan derajat Celsius. 
  • BMKG menyebut kondisi ini dipengaruhi angin Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Masyarakat Kota Batu dan wilayah Malang Raya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih dingin dibanding biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. 

Menurut Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko itu terjadi karena saat ini mulai memasuki musim kemarau atau fenomena ‘Bediding’ yang kerap disebut masyarakat di Jawa Timur.

Bahkan saat malam hari menuju pagi, suhu dapat mencapai belasan derajat celcius yang mengakibatkan suhu lebih dingin dibanding hari biasanya,

Baca juga: 6 Museum di Kota Batu yang Cocok untuk Wisata Edukasi, dari Museum Angkut hingga HAM Munir

Suhu Malam Hari Bisa Turun hingga Belasan Derajat

Bediding merupakan kondisi penurunan suhu drastis saat malam hingga pagi hari yang menandai awal musim kemarau

Hal ini membuat suhu menjadi dingin, baik saat malam hingga pagi hari meski cuaca panas.

“Benar, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Sehingga udara khususnya saat malam hari hingga pagi hari lebih dingin dibanding sebelumnya,” kata Suwoko, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Plt Wali Kota Batu Soal Kasus Pasar Induk Among Tani Batu, Tegas Akan Ditertibkan: Jadi Pembelajaran

Dipengaruhi Angin Monsun Australia

Sedangkan menurut BMKG, kondisi ini terjadi akibat pergerakan angin Monsun Australia membawa massa udara yang sangat dingin dan kering dari daratan Australia menuju wilayah Indonesia.

Hal inilah yang mengakibatkan beberapa wilayah di Indonesia saat ini lebih dingin dibanding biasanya.

Sementara itu terkait suhu dingin yang terjadi di Malang Raya, diakui oleh wisatawan asal Surabaya bernama Risya. 

Menurutnya saat ia datang ke Kota Batu pada awal Mei lalu, suhu di Kota Batu dan Kota Malang cenderung panas.

“Iya bener banget, awal bulan lalu saya liburan ke sini (Batu dan Malang,red) masih ungkep (panas,red). Sekarang dingin banget, apalagi pas malam hari. Justru gini ini yang dicari wisatawan kalau ke Malang. Soalnya Surabaya panas banget,” ujar Risya.

Diperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini akan terjadi mulai Mei hingga Oktober mendatang.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved