Pesona Bukit Tunggangan Paralayang Trenggalek, Catatkan 3.000 Pengunjung per Bulan

Bukit Tunggangan Paralayang di Trenggalek menjadi destinasi favorit wisatawan dengan kunjungan lebih dari 3.000 orang per bulan

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
WISATA ALTERNATIF - Kabupaten Trenggalek menyimpan keindahan tidak hanya pantai selatan. Namun juga wisata Bukit Tunggangan Paralayang ini bisa menjadi alternatif pengunjung yang menawarkan keindahan dan kesegaran udara serta alam yang masih asri, Minggu (31/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bukit Tunggangan Paralayang di Trenggalek menjadi destinasi favorit wisatawan dengan kunjungan lebih dari 3.000 orang per bulan. 
  • Wisata ini menawarkan panorama matahari terbit, matahari terbenam, hingga gemerlap lampu kota dari ketinggian 250 mdpl. 
  • Pengelola berharap ada dukungan pemerintah untuk peningkatan infrastruktur, terutama kebutuhan air bersih dan fasilitas MCK.

 


Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Wisata pantai selatan masih menjadi tujuan utama wisatawan saat akhir pekan maupun libur panjang.

Ada alternatif wisata yang bisa dicoba yakni Bukit Tunggangan Paralayang. 

Objek wisata yang terletak di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek ini menyajikan panorama alam yang eksotis, terutama sebagai tempat berburu keindahan matahari terbit (sunrise). 

Sesuai data pengelola, tingginya animo masyarakat membuat kawasan ini selalu dipadati oleh pengunjung setiap kali memasuki akhir pekan. Tercatat, dalam satu bulan ada lebih dari 3.000 pelancong yang memadati bukit ini.

Jadi Favorit Pemburu Sunrise dan Sunset

Salah satu Pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Asri selaku pengelola Bukit Tunggangan Paralayang, Muyajid, mengungkapkan destinasi digital-natural ini memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan domestik. 

"Keunikan di sini dibanding dengan tempat lainnya adalah kalau orang itu kalau pagi di hari Minggu pasti mencari matahari terbit. Kalau sore pas lagi matahari terbenam," ujar Muyajid saat ditemui di lokasi wisata, Minggu (31/5/2026). 

Tak hanya pagi dan sore hari. Pengunjung juga tidak sedikit memilih pada malam hari untuk kesini. 

Tidak lain untuk melihat gemerlap lampu-lampu dari ketinggian puncak Bukit Tunggangan Paralayang, dengan ketinggian 250 mdpl. 

"Lalu untuk malamnya orang sangat senang kalau melihat lampu-lampu dari atas ," paparnya.

Baca juga: Kabar Gembira, Pemkab Trenggalek Siapkan Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Akses Mudah dan Tanpa Tiket Masuk

Muyajid menambahkan, aksesibilitas menuju puncak bukit tergolong sangat mudah dan akomodatif. Pengunjung dibebaskan untuk membawa sepeda motor pribadi hingga ke area atas.

Pria kelahiran 1967 ini mengaku, bagi wisatawan yang enggan berkendara sendiri, pengelola telah menyediakan layanan ojek swadaya masyarakat sekitar yang siaga sewaktu-waktu. 

"Aksesnya mudah, kalau mau ojek sewaktu-waktu bisa, bawa motor sendiri juga bisa. Tarif ojek per orang kalau turun Rp 10 ribu, sedangkan kalau naik sudah dipatok tarif Rp20 ribu," imbuhnya.

Disinggung sejarahnya, Muyajid menceritakan kawasan ini pada awalnya dibuka murni untuk kepentingan olahraga paralayang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved