Curhat Warga dan Penjual Makanan di Bondowoso Keluhkan Harga Beras hingga Sayur Melambung
Kenaikan harga bahan pangan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Sejumlah ibu rumah tangga hingga pelaku usaha terbebani
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Warga Bondowoso mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung, hingga sayur-mayur dalam beberapa pekan terakhir.
- Harga beras premium kini mencapai Rp16.000 per kilogram, sementara beras medium naik dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
- Pelaku usaha makanan mengaku tertekan karena biaya produksi meningkat, namun sebagian memilih tidak menaikkan harga jual agar tidak membebani pelanggan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO – Kenaikan harga bahan pangan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bondowoso.
Sejumlah ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner mengaku terbebani oleh lonjakan harga beras, minyak goreng, tepung, hingga berbagai jenis sayur-mayur yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Warga menilai kenaikan harga mulai terasa sejak munculnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada perekonomian, dan hingga kini harga kebutuhan pokok masih terus bergerak naik.
Bu Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras paling terasa dalam sepekan terakhir. Untuk beras kualitas premium, terjadi kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram.
"Sekarang harga beras premium sudah mencapai Rp16.000 per kilogram. Sementara untuk beras kualitas medium atau biasa, yang sebelumnya Rp12.000 kini naik menjadi Rp13.000 per kilogram," ujar Ningsih saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2026).
Keluhan senada disampaikan oleh Ning, warga desa yang sama. Selain beras, harga minyak goreng non-subsidi untuk beberapa merek juga merangkak naik.
Baca juga: Rupiah Melemah, Harga Bawang Putih di Kota Blitar Melonjak Tajam Rp40.000 per Kg
Sementara untuk minyak goreng curah, kalangan ibu rumah tangga harus menebusnya dengan harga Rp6.500 per seperempat kilogram.
"Semua harga naik. Minyak goreng merek kemasan yang biasanya Rp40.000, sekarang kalau tidak salah sudah Rp43.000," kata perempuan yang juga memiliki toko kelontong (peracangan) ini.
Ning menambahkan, harga tepung kanji yang biasa ia jual seharga Rp6.000 per setengah kilogram, kini terpaksa dinaikkan menjadi Rp8.000.
Menurutnya, kondisi ini sangat mencekik warga menengah ke bawah. Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, masyarakat justru kesulitan mencari penghasilan.
Ibu dua anak ini bahkan harus mengelus dada lantaran lahan padi miliknya seluas 300 meter persegi mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng dan burung.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Obat di Bondowoso Merangkak Naik
Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab utama rentetan kenaikan harga ini. Namun, ia merasakan gejalanya sejak konflik Iran-Amerika mencuat, yang awalnya ditandai dengan kenaikan harga bahan plastik.
"Sekarang harga plastik untuk es batu yang biasanya Rp35.000 per bendel, naik drastis menjadi Rp50.000," imbuhnya.
| Harga Beras Premium di Gresik Mulai Meroket, Kondisi Ekonomi Global Disebut Jadi Biang Kerok |
|
|---|
| Siapkan Dana Rp20 M, PERADI Utama Gandeng Unibo Beri Beasiswa PKPA bagi 1000 Lulusan Hukum Bondowoso |
|
|---|
| Ditinggal Keluar Rumah, Dapur Warga Ramban Kulon di Bondowoso Hangus Terbakar Akibat Korsleting |
|
|---|
| 2 Ruas Jalan di Bondowoso Masuk Zona Rawan Kecelakaan, Minim Penerangan Hingga Pohon Tumbang |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Obat di Bondowoso Merangkak Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-sejumlah-ibu-rumah-tangga-saat-membeli-beberapa-komoditas.jpg)