Breaking News

Berita Viral

Mata Uang Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Apa yang Mungkin Akan Terjadi?

Terbaru diketahui bahwa nilai tukar rupiah kian melemah bahkan perhari ini, Rabu (21/1/2026) mecetak rekor terburuk dalam pasar.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Tribunnews.com
RUPIAH MELEMAH - Ilustrasi gambar uang tanda-tanda inflasi karena rupiah melemah. Apa yang akan terjadi? 

Ringkasan Berita:
  • Cetak rekor terburuk, rupiah melemah lagi per hari ini Rabu (21/1/2026)
  • Rupiah melemah, inflasi akan tinggi dan kemungkinan gelombang PHK akan terjadi lagi
  • Pemerintah optimis bisa melewati kondisi ini dan membangkitkan lagi perekonomian Indonesia.

 

TRIBUNJATIM.COM - Perekonomian Indonesia sedang diambang batas tersulit sejauh negara bergerak.

Kini, diketahui tekanan eksternal kian membayangi perekonomian Indonesia. 

Nilai tukar rupiah terus melemah dan mencetak rekor terburuk di pasar spot.

Hal itu seiring meningkatnya risiko pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan sentimen investor yang masih rapuh.

Mencetak rekor terburuk

Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 0,05 persen ke level Rp 16.950 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi ini menjadi penutupan terlemah rupiah di pasar spot sepanjang sejarah.

Dikutip TribunJatim.com dari Kontan, Rabu (21/1/2026), pelemahan rupiah terjadi di tengah proyeksi pelebaran CAD tahun ini. 

Bank Indonesia (BI) memperkirakan CAD 2026 berada di kisaran 0,2 % hingga 1?ri produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut lebih lebar dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang surplus 0,1 % hingga defisit 0,7?ri PDB.

Apa yang akan terjadi?

Nilai tukar rupiah atau kurs rupiah terhadap dollar AS merupakan salah satu indikator yang penting bagi Indonesia untuk dapat menjaga tingkat inflasi.

Nilai tukar rupiah yang stabil dapat membantu negara untuk dapat mempertahankan tingkat inflasi dan kondisi ekonomi secara umum.

Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan, tren pelemahan rupiah yang terus berlanjut dapat berpengaruh pada industri yang memiliki utang dalam dollar dalam jumlah yang besar.

"Industri atau perusahaan yang memegang utang dalam dollar AS akan terbebani. Pemerintah kan juga megang utang dalam dollar AS juga kan, jadi pasti terbebani," kata dia ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, bukan tidak mungkin utang-utang tersebut akan di-refinancing atau pembiayaan kembali ke depannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved