Kepala BGN Resmikan SPPG di Blitar, Sebut Ada 19.069 SPPG Beroperasi pada 2025

SPPG di Jalan Srigading, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, diresmikan. Hadir dalam acara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
PERESMIAN SPPG - Kepala BGN, Dadan Hindayana meresmikan SPPG di Jalan Srigading, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/12/2025). Ia menyebut, sudah ada 19.069 SPPG beroperasi hingga akhir 2025 ini.  

Ringkasan Berita:
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana hadiri peresmian SPPG di Jalan Srigading Blitar.
  • Program MBG akan mulai berjalan lagi pada 8 Januari 2026.
  • Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba mengatakan, saat ini, di Kota Blitar ada sekitar 15 SPPG yang sudah siap beroperasi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Srigading, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur, diresmikan pada Rabu (31/12/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Dadan mengatakan, secara nasional, sudah ada 19.069 SPPG yang beroperasi dan melayani sekitar 55 juta orang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Desember 2025 ini.

"Program MBG sejak launching pada 6 Januari 2025 ada 190-an SPPG di 26 provinsi yang melayani sekitar 570.000 penerima manfaat. Hari ini, sudah ada sekitar 19.069 SPPG di 38 provinsi yang melayani sekitar 55 juta orang penerima manfaat," kata Dadan, Rabu (31/12/2025).

Dikatakannya, pada Rabu (31/12/2025) ini merupakan hari terakhir pelayanan program MBG pada 2025.

Program MBG akan mulai berjalan lagi pada 8 Januari 2026.

"Hari ini terakhir dan mulai lagi pada 8 Januari 2026 dengan 19.100 lebih SPPG. Tiap SPPG akan menyajikan menu khas daerah masing-masing. Karena program MBG ini menghargai keragaman budaya dan kuliner di masing-masing daerah," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran SPPG penting termasuk di Kota Blitar.

Ia memperkirakan Kota Blitar butuh sekitar 30 SPPG untuk program MBG. 

"Dengan jumlah SPPG itu, uang BGN yang turun ke Blitar lebih kurang sekitar Rp 300 miliar per tahun," katanya.

Baca juga: Program Miskin Ekstrem Pasti Kerja Dimulai di Jombang, Akan Serap Tenaga Kerja Lewat SPPG

Uang dari BGN itu, 70 persen untuk bahan baku, mulai beras, telur, minyak, ayam sayur, dan lain-lain. Sedangkan 20 persen untuk operasional dan 10 persen insentif bagi pengelola SPPG. 

"Kami terus menyisir penerima manfaat yang belum terdaftar, baik di Dapodik, Kemenag, dan Posyandu. Karena dari pengalaman, banyak yang belum terdata," ujarnya.

Dadan mengatakan, program MBG pada 2025 berjalan dengan cepat dan baik.

Meski masih ada beberapa kejadian keracunan di program MBG. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved