Belum Ada Kasus Superflu di Blitar, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Dinkes Kabupaten Blitar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus superflu di wilayahnya.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau superflu di wilayahnya.
- Masyarakat diminta tetap waspada tetapi tidak panik, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti memakai masker saat flu, mencuci tangan, makan bergizi, istirahat cukup, minum air minimal 2 liter per hari, dan konsumsi suplemen.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut superflu di wilayahnya.
Meski demikian, Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik terkait informasi peningkatan kasus Influenza musiman akibat varian virus tersebut.
"Sampai sekarang, belum ada temuan kasus Influenza A subclade K atau superflu di wilayah Kabupaten Blitar," kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, Jumat (9/1/2026).
Christine mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, cara mencegah superflu hampir sama dengan pencegahan flu biasa maupun Covid-19.
Pencegahan penyebaran superflu dapat dilakukan dengan cara memakai masker bagi yang sedang sakit flu, sering cuci tangan, makan makanan bergizi, istirahat cukup, minum air putih minimal 2 liter per hari, dan minum suplemen.
Baca juga: Kasus Super Flu Terdeteksi di Jawa Timur, Pakar Imunologi Soroti Soal Vaksinasi dan Tes PCR
"Pencegahannya sama seperti menghadapi flu maupun Covid. Kalau sakit, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Kemenkes RI hingga akhir Desember 2025, tercatat total ada 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak dan perempuan. Namun, kemenkes menegaskan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan influenza biasa.
Baca juga: Ditemukan 62 Kasus Super Flu di Jatim, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Tak Panik Namun Waspada
| Kementan Salurkan Sumur Bor, Petani Banyuwangi Bisa Panen 3 Kali Setahun |
|
|---|
| Dramatis, Polisi Gagalkan Dugaan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak |
|
|---|
| Truk Bermuatan Batu Bata Mogok di Jalur Perlintasan Kereta Madiun, KA BIAS Telat 36 Menit |
|
|---|
| Panen Bawang Merah Melimpah, Bupati Nganjuk Kang Marhaen Tekankan Kesejahteraan Petani |
|
|---|
| Ketum PBNU Gus Yahya dan Rais Syuriyah PCNU Jatim Hadiri Halal Bihalal Alumni Lirboyo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/belum-ada-temuan-kasus-superflu-di-wilayah-Kabupaten-Blitar.jpg)