Dilema Produsen Rengginang di Blitar, Pesanan Malonjak Jelang Lebaran Tapi Cuaca Kurang Mendukung
Rengginang menjadi salah satu jajanan yang diburu masyarakat saat momen Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Permintaan Rengginang meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, termasuk di Kabupaten Blitar.
- Produsen rengginang di Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, mengalami lonjakan pesanan saat momen Lebaran.
- Produksi rengginang sangat bergantung pada cuaca karena proses pengeringan harus dijemur
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Rengginang menjadi salah satu jajanan yang diburu masyarakat saat momen Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
Penganan jadul yang terbuat dari bahan baku beras ketan ini menjadi hidangan wajib bagi sebagian masyarakat saat Lebaran.
Maka itu, tiap momen menjelang Lebaran, produsen rengginang ikut ramai orderan.
Seperti yang dialami, Wiwik Widuriati (53), produsen rengginang asal Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini.
Pesanan rengginang di tempat ibu dua anak ini ikut meningkat di momen menjelang Lebaran 2026 ini.
"Tiap momen Lebaran, pesanan meningkat. Renginang sebenarnya jajanan tidak kenal musim. Tiap waktu ada peminatnya," kata Wiwik ditemui di rumahnya, Rabu (4/3/2026).
Di halaman depan rumah Wiwik terlihat penuh dengan rengginang yang sedang dijemur.
Baca juga: Produsen Gula Kelapa di Blitar Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Pesanan Mengalir Sampai Hong Kong
Sebagian rengginang dijemur di atas papan di pagar depan rumah.
Sebagian rengginang lagi dijemur di atas terpal di lantai halaman rumah.
"Produksi rengginang ini tergantung cuaca. Pesanan meningkat, tapi kalau cuaca hujan kami tidak bisa produksi," ujar Wiwik yang mulai menjadi produsen rengginang sejak 2007 lalu.
Wiwik mengatakan, produksi rengginang tergantung dengan kondisi terik matahari.
Sebab, adonan bahan rengginang yang sudah dimasak dan dicetak, kalau tidak segera dijemur di bawah terik matahari bisa menjamur.
Baca juga: Cerita Usaha Rengginang Bu Sum di Bondowoso, Baru 3 Tahun Tapi Sudah Merambah ke Pasar-Pasar
Kondisi cuaca bagus, butuh waktu minimal dua hari untuk menjemur rengginang sampai kering.
| Volume Penumpang KA di Stasiun Mojokerto Melonjak saat Lebaran 2026, Meningkat hingga 13 Persen |
|
|---|
| Lebaran Haji 2026 Kurang Berapa Hari Lagi? ini Jadwalnya Menurut SKB 3 Menteri dan Muhammadiyah |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026, Wisata di Lamongan Dipadati 62 Ribu Lebih Pengunjung, Wisata Religi Juga Ramai |
|
|---|
| Atasi Kemacetan Horor Jawa-Bali, Optimalisasi Dermaga Bulusan Jadi Solusi Mendesak di Banyuwangi |
|
|---|
| Ratusan Barang Penumpang Tertinggal Diamankan KAI Daop 7 Selama Lebaran, Nominal Capai Rp 83 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wiwik-sedang-mengecek-rengginang-yang-dijemur-di-halaman-depan-rumahnya.jpg)