Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Kota Blitar Optimalkan Embung untuk Irigasi Pertanian

DKPP akan memaksimalkan fungsi embung untuk kebutuhan pertanian di Kota Blitar saat terjadi kemarau panjang

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
EMBUNG JATIMALANG - Kondisi Embung Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (15/4/2026). DKPP akan memaksimalkan fungsi embung untuk pertanian saat terjadi kemarau panjang. 
Ringkasan Berita:
  • Kota Blitar siapkan dua embung untuk hadapi kemarau 2026
  • Irigasi pertanian jadi fokus utama pengelolaan air
  • Petani diminta bersiap menghadapi musim kering panjang

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menyiapkan embung untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026 ini. 

DKPP akan memaksimalkan fungsi embung untuk kebutuhan pertanian di Kota Blitar saat terjadi kemarau panjang yang diprediksi mulai akhir April-Oktober 2026.

Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan, sudah menerima surat edaran (SE) Gubernur terkait adanya kemarau panjang pada tahun ini. 

Dalam SE itu, daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi kemarau panjang. 

"Kami juga dikumpulkan oleh Gubernur bersama sejumlah instansi terkait bagaimana mengantisipasi menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam enam bulan ke depan," kata Dewi, Rabu (15/4/2026). 

Baca juga: Musim Kemarau Ekstrem, BPBD Lamongan Siapkan Dropping Air ke 8 Kecamatan

Embung Jadi Andalan Pengairan

Dikatakannya, sesuai arahan Gubernur, ada antisipasi jangka pendek dan jangka panjang saat menghadapi musim kemarau panjang. 

Antisipasi jangka pendek, daerah harus siap dengan embung atau tempat penampungan air saat terjadi kemarau panjang. 

Fungsi embung di masing-masing daerah harus dimaksimalkan terutama untuk kebutuhan pengairan pertanian. 

Baca juga: Antisipasi Dampak El Nino 2026: BPBD Mojokerto Siapkan 3 Strategi Hadapi Kemarau Ekstrem

Menurut Dewi, Kota Blitar memiliki dua embung, yaitu, di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul dan di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan.

"Kami harus siap dengan embung-embung saat terjadi kemarau panjang. Keberadaan embung ini membantu para petani saat terjadi kemarau," ujarnya. 

Luas Lahan Pertanian Capai 973 Hektare

Dewi menjelaskan, saat ini, luas lahan baku pertanian di Kota Blitar sekitar 973 hektare. 

Lahan pertanian di Kota Blitar mayoritas ditanami komoditas padi dan jagung. 

Dari luas lahan itu, hasil produksi padi di Kota Blitar pada 2025 mencapai 8.245 ton gabah kering geling. 

"Kami juga minta para petani dan masyarakat untuk siap-siap menghadapi musim kemarau panjang ini," katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved