Temukan Sapi Terjangkit LSD di Pasar Hewan Sidomoro Blitar, DKPP Minta Pedagang Bawa Pulang

Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan satu ekor sapi terkena penyakit Lumpy Skin Disease

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
SIDAK PASAR HEWAN: Petugas DKPP Kota Blitar mengecek kesehatan sapi di Pasar Hewan Dimoro, Rabu (6/5/2026). Sidak dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 
Ringkasan Berita:
  • DKPP Kota Blitar menemukan satu sapi terjangkit Lumpy Skin Disease saat sidak di Pasar Hewan Dimoro dan langsung melakukan penanganan serta penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran.
  • Selain itu, ditemukan 16 sapi terkena cacing dan satu sapi luka, yang langsung diberi penanganan; pedagang diimbau tidak membawa hewan sakit ke pasar.
  • Stok hewan kurban di Kota Blitar dinyatakan aman (surplus), meski harga sapi mulai naik sekitar Rp2–3 juta menjelang Idul Adha.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan satu ekor sapi terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) saat sidak di Pasar Hewan Dimoro, Rabu (6/5/2026).

Sidak dan pemeriksaan kesehatan hewan di Pasar Hewan Dimoro ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Dalam sidak itu, petugas keliling memeriksa kesehatan sapi dan kambing yang masuk di Pasar Hewan Dimoro. 

Petugas mengecek suhu tubuh dan memeriksa bagian kaki, mulut, dan tubuh sapi.

"Saat dilakukan pemeriksaan, kami menemukan satu ekor sapi terkena penyakit LSD. Kami minta pedagang segera membawa pulang sapi tersebut," kata Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh. 

Petugas juga langsung melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi penemuan satu ekor sapi yang terkena penyakit LSD. 

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, RPH Kabupaten Kediri Siap Tampung Puluhan Hewan Kurban

"Karena penyakit LSD penyebabnya virus, kami langsung melakukan penyemprotan di lokasi," ujarnya. 

Selain LSD, kata Dewi, petugas juga menemukan sebanyak 16 ekor sapi yang terkena penyakit cacing. 

Petugas memberikan obat untuk sejumlah sapi yang terkena penyakit cacing.

Dewi mengimbau kepada para pedagang agar tidak membawa hewan yang sudah ada gejala sakit ke pasar, karena rentan terjadi penularan ke hewan lainnya. 

"Ada juga satu ekor sapi luka di bagian dada, langsung kami lakukan penyemprotan," katanya.

Stok Hewan Kurban Aman

Dewi menyampaikan, stok hewan kurban untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha di Kota Blitar aman. 

Saat ini, ketersediaan sapi di Kota Blitar sebanyak 1.301 ekor dan kambing sebanyak 2.150 ekor. 

Sedang kebutuhan hewan kurban di Kota Blitar mengacu Hari Raya Idul Adha tahun lalu sekitar 532 ekor sapi dan 1.461 ekor kambing. 

"Untuk ketersediaan hewan kurban, kami surplus," ujarnya. 

Dikatakannya, harga sapi mulai ada kenaikan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

"Untuk harga sapi mulai ada kenaikan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor," katanya.

Salah satu pedagang sapi, Supriyadi mengatakan, harga sapi memang mulai naik menjelang Hari Raya Idul Adha. Harga sapi naik sekitar Rp 2 juta. 

"Harga sapi naik sekitar Rp 2 juta. Biasanya harga Rp 23 juta, sekarang menjadi Rp 25 juta," kata warga Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu. 

Supriyadi membawa dua ekor sapi yang siap untuk hewan kurban di Pasar Hewan Dimoro. 

Satu dari dua ekor sapi miliknya sudah laku dengan harga Rp 25 juta. 

"Saya bawa dua ekor sapi, satu harga Rp 25 juta dan satunya harga Rp 26 juta. Yang harga Rp 25 juta sudah laku," ujarnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved