Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Blitar Minta Pemerintah Lakukan Intervensi
Peternak ayam rakyat Kabupaten Blitar meminta pemerintah segera melakukan intervensi terkait kondisi harga telur di tingkat peternak
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Peternak ayam petelur di Blitar meminta pemerintah melakukan intervensi agar harga telur di tingkat peternak tidak terus turun di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).
- Harga telur di tingkat peternak telah berada di kisaran Rp21.000–Rp23.000 per kilogram selama hampir dua bulan, jauh di bawah HAP Rp24.500–Rp26.500 per kilogram.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar meminta pemerintah segera melakukan intervensi terkait anjloknya harga telur yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Hampir sekitar dua bulan ini, harga telur di tingkat peternak terus turun di bawah harga acuan pemerintah (HAP).
Harga acuan pemerintah telur di tingkat peternak kisaran Rp 24.500 per kilogram sampai Rp 26.500 per kilogram.
Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Astuti mengatakan, ketika harga telur naik, pemerintah punya instrumen legal untuk menekan harga melalui operasi pasar maupun menggelar pangan murah.
Sebaliknya ketika harga telur turun, pemerintah belum mempunyai tindakan yang legal untuk menjaga harga agar tidak terus turun.
"Kami meminta hadirnya pemerintah agar memberikan intervensi yang seimbang dan berkeadilan. Pada waktu harga naik, ditahan agar tidak naik, pada waktu harga turun seharusnya juga ditahan agar tidak terus turun," kata Yesi ditemui di rumahnya, Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: DPRD Jatim Bakal Panggil OPD, Imbas Harga Telur yang Terus Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar
Dikatakannya, kalau ketika harga naik ditahan agar tidak terus naik dan ketika harga turun dibiarkan, kondisi ini tidak seimbang dan tidak adil bagi peternak.
"Maka itu, kami memohon ada intervensi pemerintah yang seimbang dan berkeadilan terkait kondisi harga telur," ujarnya perempuan yang juga menjadi ketua Pusat Koperasi Gugus Ternak Jawa Timur itu.
Harga Telur Turun Hampir 2 Bulan
Menurut Yesi, harga telur mulai tertekan dan turun di bawah HAP pada 30 Maret 2026 atau pasca Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi itu terus bertahan pada April, berlanjut sampai Mei dan hingga awal Juni ini.
"Hampir dua bulan ini, harga telur di peternak masih di bawah HAP. Harganya fluktuatif di angka Rp 21.000-Rp 23.000 per kilogram. Hari ini harga di kisaran Rp 21.000-Rp 22.000 per kilogram," katanya.
Ia menyampaikan, harga telur di bawah HAP, otomatis membuat para peternak rakyat galau.
| Daftar Barang Dagangan di Koperasi Merah Putih yang Pertama Beroperasi di Kabupaten Blitar |
|
|---|
| Upaya Peternak di Blitar Agar Tak Gulung Tikar Imbas Harga Telur Anjlok Jadi Rp21 Ribu |
|
|---|
| Harga Telur Anjlok, DPRD Jawa Timur Dorong Pembentukan BUMD Pangan |
|
|---|
| DPRD Jatim Bakal Panggil OPD, Imbas Harga Telur yang Terus Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih di Blitar Mulai Beroperasi, Pasirharjo Jadi yang Pertama Uji Coba Operasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Pusat-Koperasi-Gugus-Ternak-Jawa-Timur-Yesi-Yuni-Astuti.jpg)