PWI Bojonegoro Laporkan Oknum Wartawan yang Catut Nama Organisasi Diduga untuk Peras Kades
Laporan ini menyusul aduan masyarakat terkait maraknya aksi oknum yang mengaku sebagai wartawan dan anggota PWI yang meminta sumbangan
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Oknum mengaku wartawan mencatut nama PWI Bojonegoro untuk meminta uang Rp1,5–2 juta ke kepala desa.
- PWI resmi melapor ke Polres Bojonegoro, menyerahkan bukti percakapan, identitas pers, dan kuitansi.
- PWI imbau masyarakat dan kepala desa untuk klarifikasi langsung agar tidak jadi korban penipuan.
Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Dicatut oleh oknum yang mengaku wartawan dan mencederai nama organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro melapor ke Polres Bojonegoro.
Laporan ini menyusul aduan masyarakat terkait maraknya aksi oknum yang mengaku sebagai wartawan dan anggota PWI yang meminta sumbangan kepada sejumlah kepala desa untuk kegiatan akhir tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa desa di Kabupaten Bojonegoro menjadi korban, di antaranya Desa Tondomulo, Desa Panjang, dan Desa Kedungadem.
Kepada para kepala desa, pelaku meminta uang dengan nominal bervariasi, mulai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Permintaan itu disampaikan melalui pesan singkat dengan mencatut nama dan atribut PWI.
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengatakan pihaknya secara resmi melaporkan hal tersebut ke Satreskrim Polres Bojonegoro pada Rabu (17/12/2025).
Ia bersama sejumlah pengurus dan anggota PWI diterima langsung oleh Kaur Bin Opsnal (KBO) Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Dasmono.
Baca juga: Sasmito Anggoro Terpilih Menjadi Ketua PWI Bojonegoro Periode 2025–2028, Komitmen Jaga Marwah
Langkah PWI Bojonegoro
“Laporan ini kami buat sebagai bentuk perlindungan terhadap nama baik organisasi dan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, khususnya para kepala desa. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga marwah profesi,” ujar Sasmito.
Dalam laporan tersebut, PWI Bojonegoro turut menyerahkan sejumlah bukti awal kepada penyidik. Bukti itu meliputi tangkap layar percakapan, foto kartu identitas pers, serta kuitansi bukti pembayaran.
Sasmito menegaskan, PWI Bojonegoro tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan nama organisasi profesi wartawan untuk kepentingan pribadi.
Baca juga: Oknum Perangkat Desa di Bojonegoro Gelapkan Dana Desa Rp390 juta, Buat Main Kripto dan Bayar Utang
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap insan pers.
“Ini bukan hanya soal nama PWI, tetapi juga menjaga marwah profesi wartawan. Hal ini sekaligus edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Sasmito berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut. PWI Bojonegoro juga mengajak para kepala desa atau pihak lain yang merasa dirugikan untuk tidak segan mengadukan dan melaporkan tindakan intimidatif para oknum yang meresahkan.
Imbauan kepada Masyarakat
Selain itu, Sasmito mengimbau agar para kepala desa dan masyarakat selalu melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus resmi PWI jika menerima permintaan yang mengatasnamakan organisasi, baik melalui proposal, surat, maupun pesan singkat.
“Jika ragu, silakan klarifikasi. Kami terbuka dan siap menjelaskan. Jangan sampai ada lagi yang dirugikan oleh ulah oknum - oknum yang seperti ini,” pungkasnya.
Modus Oknum
Diketahui, dalam sejumlah pesan WhatsApp yang dikirim ke kepala desa di wilayah Kedungadem dan sekitarnya, oknum tersebut juga mencatut foto-foto kegiatan PWI Jawa Timur dan PWI Tuban.
PWI Bojonegoro
oknum wartawan
Polres Bojonegoro
berita bojonegoro hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Ramalan Cuaca Jatim Sabtu 2 Mei 2026, Waspada Hujan Ringan di 27 Wilayah |
|
|---|
| Chord Gitar dan Lirik Lagu Viral Heboh Janger - Siti Badriah: Yol Digeol-geol Pinggulnya |
|
|---|
| Longsor Terjang Desa Petungsinarang di Bandar Imbas Hujan Deras, 4 Rumah Rusak |
|
|---|
| Apa itu Dam Haji? Denda atau Tebusan yang Wajib Dibayar Jemaah Haji, Simak Jenisnya |
|
|---|
| 7 Tahun Jadi ART, Enik Bangga Bisa Sekolahkan Anak hingga Tahfiz Al Quran, Kini Digaji Rp 3 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pwi-bojonegoro-datangi-polres-laporkan-kasus-dugaan-pencemaran-nama-baik.jpg)