Berita Bojonegoro
Pamit Cari Ikan di Bengawan Solo, Warga Bojonegoro Bernasib Tragis, Terseret Arus hingga 6 Kilometer
Seorang pencari ikan di Sungai Bengawan Solo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terseret arus sejauh 6 kilo meter, pada kamis (12/3/2026).
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Djuwadi (42), warga Dusun Dukoh Lor, Bojonegoro, dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Purwosari pada Rabu (11/3/2026).
- Tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (12/3/2026), sekitar 6,6 kilometer dari lokasi awal kejadian.
- Sebelum korban ditemukan, warga terlebih dahulu melihat perahu kayu milik korban dan alat setrum listrik yang masih menyala di tengah sungai.
Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Seorang pencari ikan di Sungai Bengawan Solo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terseret arus sejauh 6 kilo meter, pada kamis (12/3/2026).
Korban diketahui bernama Djuwadi (42), warga Dusun Dukoh Lor, Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.
Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, pada rabu (11/3/2026) kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan setelah dilakukan upaya pencari oleh Tim SAR gabungan bersama warga.
Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo dengan jarak sekitar 6,6 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Baca juga: Pamit Main Bola, Bocah SD Surabaya Tak Pulang Selamanya karena Tenggelam, Ibu Menangis Sesenggukan
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 6,6 kilometer dari titik kejadian,” ujar Heru.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, kata Heru korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo.
Saat itu, ada warga yang mengetahui korban berangkat mencari ikan dengan menggunakan perahu kayu serta alat setrum listrik untuk mencari ikan.
Namun, tidak lama berselang warga hanya menemukan perahu kayu milik korban beserta alat setrum listrik yang masih menyala di tengah aliran sungai.
Kejadian itu, langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat lalu diteruskan ke BPBD Bojonegoro untuk dilakukan upaya pencarian.
Setelah berhasil ditemukan, Heru menjelaskan selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Jenazah korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Pemkab Bojonegoro Sabet Predikat Kinerja Tinggi Nasional, DPRD: Jadi Kado untuk Masyarakat |
|
|---|
| Ratusan ASN Bojonegoro Ajukan Cuti Haji 2026, Didominasi Guru, Pemkab: Pelayanan Tetap Optimal |
|
|---|
| Ingin Berangkat Haji, Mbah Sukimah Malah Kena Tipu, Perhiasan 34 Gram Amblas: Saya Kira Orang Baik |
|
|---|
| Pilunya Nasib Nenek 84 Tahun di Bojonegoro, Emas 34 Gram untuk Haji Malah Lenyap Ditipu Orang |
|
|---|
| Pilunya Gadis Polos di Bojonegoro, Dinodai Empat Temannya di Sebuah Warung Kopi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/EVAKUASI-KORBAN-TENGGELAM-Seorang-pencari-ikan-di-Sungai-Bengawa.jpg)