Ramadan 2026

Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan

Denting ritmis alat musik bambu khas Bojonegoro menggema menyemarakkan malam 29 Ramadhan.

Penulis: Misbahul Munir | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
SEMARAK - Parade Oklik Ramadan 2026 untuk menyemarakkan bulan suci sekaligus melestarikan budaya lokal. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Alun-alun Bojonegoro, Kamis (19/3/2026) malam, dan menyedot perhatian masyarakat. 

Sebagai informasi, oklik merupakan kesenian musik tradisional khas Bojonegoro yang berasal dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.

Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul, menghasilkan bunyi ritmis khas 'klik, klok, klik, klik, klok'.

Dalam perkembangannya, oklik kerap dipadukan dengan alat musik lain untuk memperkaya aransemen.

Secara historis, kesenian oklik bermula dari tradisi masyarakat yang digunakan untuk mengusir pagebluk atau wabah penyakit pada masa penjajahan Belanda.

Seiring waktu, oklik berkembang menjadi kesenian rakyat yang populer.

Oklik kerap ditampilkan dalam berbagai perayaan, seperti festival Ramadan, peringatan kemerdekaan, hingga agenda kebudayaan lainnya.

Kesenian ini juga telah diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal berupa Ekspresi Budaya Tradisional oleh Kementerian Hukum dan HAM pada Agustus 2021.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved