Ramadan 2026
Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan
Denting ritmis alat musik bambu khas Bojonegoro menggema menyemarakkan malam 29 Ramadhan.
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Alga W
Sebagai informasi, oklik merupakan kesenian musik tradisional khas Bojonegoro yang berasal dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.
Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul, menghasilkan bunyi ritmis khas 'klik, klok, klik, klik, klok'.
Dalam perkembangannya, oklik kerap dipadukan dengan alat musik lain untuk memperkaya aransemen.
Secara historis, kesenian oklik bermula dari tradisi masyarakat yang digunakan untuk mengusir pagebluk atau wabah penyakit pada masa penjajahan Belanda.
Seiring waktu, oklik berkembang menjadi kesenian rakyat yang populer.
Oklik kerap ditampilkan dalam berbagai perayaan, seperti festival Ramadan, peringatan kemerdekaan, hingga agenda kebudayaan lainnya.
Kesenian ini juga telah diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal berupa Ekspresi Budaya Tradisional oleh Kementerian Hukum dan HAM pada Agustus 2021.
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
| Gubernur Khofifah-Wagub Emil dan 35 Ribu Jemaah Lakukan Qiyamul Lail serta Sahur di Masjid Al Akbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Parade-Oklik-Ramadan-2026-di-Alun-alun-Bojonegoro.jpg)