Ramadan 2026

Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan

Denting ritmis alat musik bambu khas Bojonegoro menggema menyemarakkan malam 29 Ramadhan.

Penulis: Misbahul Munir | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
SEMARAK - Parade Oklik Ramadan 2026 untuk menyemarakkan bulan suci sekaligus melestarikan budaya lokal. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Alun-alun Bojonegoro, Kamis (19/3/2026) malam, dan menyedot perhatian masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Parade Oklik Ramadan 2026 kembali digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menyemarakkan bulan yang suci sekaligus melestarikan budaya lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Alun-alun Bojonegoro, Kamis (19/3/2026) malam, dan menyedot perhatian masyarakat.

Baca juga: Pesan dari Mimbar Salat Id Muhammadiyah Jombang: Menjaga Alam adalah Bentuk Ibadah

Sebanyak 24 grup oklik ambil bagian dalam parade tahunan ini.

Denting ritmis alat musik bambu khas Bojonegoro tersebut menggema menyemarakkan malam 29 Ramadhan.

Kemeriahan semakin terasa dengan keterlibatan para siswa dari sekitar 50 lembaga pendidikan.

Mereka ikut dalam arak-arakan sambil membawa obor, berjalan mengelilingi pusat kota.

Tak kurang dari 1.100 obor dinyalakan dalam Pawai Obor Sewu.

Cahaya obor yang berkelap-kelip menciptakan pemandangan indah di sepanjang jalanan kota.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengatakan, Parade Oklik merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Menurut dia, oklik menjadi salah satu warisan budaya daerah selain thengul dan karawitan yang perlu terus dilestarikan.

"Parade oklik selalu kita adakan setiap tahun karena kita ingin memperkenalkan budaya daerah, terutama kepada generasi muda yang saat ini mulai banyak yang belum mengenal warisan budaya Bojonegoro," ujar Wahono.

Wahono menilai, oklik memiliki potensi besar untuk menjadi ikon budaya Bojonegoro di masa depan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan, untuk turut aktif menjaga dan mengembangkan kesenian tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap tradisi oklik tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved