Gangster Brutal Serang Warung Nasi Goreng di Panceng Gresik, Korban Dipukuli dan Ponsel Dirampas

Seorang pemuda menjadi korban penganiayaan disertai perampasan di depan warung nasi goreng, Dusun Sono, Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Minggu

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Sudarma Adi
Tangkapan layar
GANGSTER BERAKSI GRESIK - Tangkapan layar video gangster beraksi di Gresik, Minggu (4/1/2026) dinihari. 
Ringkasan Berita:
  • Waktu & Lokasi: Minggu, 4 Januari 2026, pukul 01.30 WIB di Dusun Sono, Desa Ketanen, Panceng, Gresik.
  • Korban: Ahmad Zaki Syarifuddin (22), warga setempat (8 jahitan di kepala).
  • Modus Operandi: Pengeroyokan, pelemparan batu ke warung, pemaksaan melucuti pakaian, dan perampasan HP.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Aksi brutal gangster kembali membuat resah warga Gresik.

Seorang pemuda menjadi korban penganiayaan disertai perampasan di depan warung nasi goreng, Dusun Sono, Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Minggu (4/1/2026) dini hari.

Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Peristiwa ini menimpa Ahmad Zaki Syarifuddin (22), warga Panceng. Kejadian bermula saat korban mendatangi warung nasi goreng sekitar pukul 01.30 WIB.

Namun, sesaat sebelum masuk ke warung, tiba-tiba sekitar 10 sepeda motor yang ditumpangi kurang lebih 18 orang berhenti di tengah jalan dari arah selatan. Para pelaku langsung turun dan menarik pakaian korban.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles

Kronologi: Dikepung 18 Orang Saat Hendak Membeli Makan

Aksi tersebut disaksikan penjual nasi goreng dan seorang pengunjung warung. Suasana mendadak mencekam ketika para pelaku melempari warung menggunakan batu.

Kedua saksi langsung menyelamatkan diri masuk ke dalam warung, sementara korban diseret ke halaman depan.

Di lokasi itu, Zaki dipukuli secara brutal oleh para pelaku hingga dipaksa melucuti pakaian bagian atas sampai telanjang dada. Tidak hanya itu, para pelaku juga merampas ponsel milik korban.

Beberapa pelaku bahkan masuk ke dalam warung dan turut merampas HP milik pemilik warung serta pengunjung.

Setelah melakukan penganiayaan dan perampasan, rombongan pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah utara. Korban ditinggalkan tergeletak di halaman warung dalam kondisi berlumuran darah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala hingga harus mendapat delapan jahitan, memar pada mata kiri, lecet di pipi kiri, serta memar di tangan kiri. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Panceng untuk mendapatkan perawatan medis sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek Panceng.

Baca juga: Ribuan Wanita di Gresik Menjanda, Didominasi Faktor Ekonomi

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku gangster.

“Benar memang ada penganiayaan dan perampasan itu. Saat ini para pelaku sedang dalam proses penyelidikan dan pengejaran,” ujarnya, Senin (5/12/2026).

Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti berupa hasil visum korban dan sebuah HP. Aksi para pelaku juga terekam kamera CCTV dan beredar luas di media sosial.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved