Berita Viral

Telanjur Bayar Rp 60 Juta, Dua Orang ini Ditugasi Jadi Satpol PP tapi 2 Tahun Tak Digaji

Dalam iming-iming itu, korban bahkan dijanjikan akan diangkat menjadi ASN Satpol PP. Namun nasibnya malah 2 tahun tak digaji.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Dokumentasi Pemkot Surabaya
DITUGASI - Ilustrasi Satpol PP. Nasib dua orang yang mengaku telanjur bayar Rp 60 juta demi bisa jadi anggota Satpol PP, ditugasi bekerja tapi tak dibayar selama 2 tahun. 

Ringkasan Berita:
  1. Dua warga Maros mengaku menjadi korban dugaan penipuan rekrutmen Satpol PP Sulsel.
  2. Korban mengaku menyetor puluhan juta rupiah dan bekerja dua tahun tanpa gaji maupun SK.
  3. Kepala Satpol PP Sulsel membantah ada rekrutmen dan meminta korban melapor ke polisi.

 

TRIBUNJATIM.COM - Praktik dugaan pungutan liar (pungli) dan penipuan berkedok perekrutan anggota  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menjadi sorotan.

Akibat dugaan pungli itu, dua warga mengaku menjadi korban usai tergiur menjadi tenaga honorer.

Dalam iming-iming itu, korban bahkan dijanjikan akan diangkat menjadi ASN Satpol PP.

Namun nasibnya malah 2 tahun tak digaji.

Baca juga: Heboh Video Asusila di Taman Balai Kota Panggul, Satpol PP Trenggalek Bakal Gencarkan Sweeping

Kasus dugaan ini hingga menyeret nama oknum pejabat Satpol PP.

Keduanya disebut memiliki pengaruh dan jabatan penting di instansi penegak perda tersebut.

Modusnya, setiap korban dimintai uang puluhan juta dengan iming-iming proses perekrutan akan dipermudah.

Status kepegawaian dijamin aman.

Dua korban di antaranya Audi dan Ansar, warga Kabupaten Maros.

Mereka buka suara setelah merasa dipermainkan bertahun-tahun.

Keduanya mengaku menyerahkan uang masing-masing Rp30 juta kepada oknum.

Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan.

Alih-alih menerima SK pengangkatan atau status jelas, keduanya justru hanya diminta bekerja seperti anggota Satpol PP pada umumnya tanpa kejelasan nasib.

Kurang lebih dua tahun, mereka mengaku rutin menjalankan tugas lapangan tanpa pernah menerima gaji.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved