Dana Rp2,8 Triliun Disiapkan Pemkab Gresik untuk Perbaikan Jalan

Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai super prioritas tahun anggaran 2026.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
GENJOT PENINGKATAN JALAN - Suasana Safari Ramadan bersama Forkopimda di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Senin (23/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran Rp2,8 triliun pada 2026 untuk percepatan perbaikan Jalan
  • Komitmen ini ditegaskan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif saat Safari Ramadan di Kecamatan Kebomas
  • Prioritas 2026 diarahkan pada ruas jalan yang berdampak langsung terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai super prioritas tahun anggaran 2026.

Total anggaran sebesar Rp2,8 triliun disiapkan untuk memperbaiki Jalan Poros Desa (JPD) dan jalan kabupaten, dengan target kondisi jalan mantap tercapai pada 2028.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, saat Safari Ramadan bersama Forkopimda di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Senin (23/2/2026).

Alif sapaan akrab Asluchul Alif menyampaikan, bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, pihaknya menempatkan percepatan infrastruktur sebagai agenda strategis utama dalam tiga tahun ke depan.

“Untuk tiga tahun ke depan, kami konsentrasi pada perbaikan jalan. Selain itu, juga infrastruktur pendidikan dan rumah tidak layak huni (RTLH). Safari Ramadan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi program-program Pemkab Gresik agar selaras dengan kebutuhan warga,” ujarnya.

Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan, Pasar Bandeng hingga Malam Selawe Gresik Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Alif, perbaikan jalan tidak boleh dilakukan secara parsial atau setengah-setengah. Pemerintah daerah menginginkan setiap ruas yang diperbaiki benar-benar tuntas dan memiliki daya tahan jangka panjang.

“Kalau diperbaiki harus mantap. Tidak boleh tambal sulam yang akhirnya cepat rusak lagi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, prioritas 2026 diarahkan pada Jalan Poros Desa (JPD) dan jalan kabupaten yang memiliki dampak langsung terhadap konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca juga: Sahur Mencekam di Gresik, 2 Kasus Pengeroyokan Terjadi Dalam Waktu Berdekatan

Sinergi lintas perangkat daerah, termasuk peran camat yang memahami kondisi wilayah, menjadi kunci agar intervensi tepat sasaran.

Pemkab Gresik menargetkan pada 2028 mayoritas ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap, sehingga mampu menunjang distribusi barang, mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri pimpinan OPD, MUI, tokoh masyarakat, kepala desa, dan lurah se-Kecamatan Kebomas.

Acara diisi ceramah agama oleh Ketua MWCNU Kebomas KH M Muchsin Munhamir (Gus Hamir) dengan tema penguatan aqidah dan ukhuwah. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib.

Melalui momentum Safari Ramadan, Pemkab Gresik berharap program percepatan pembangunan infrastruktur jalan 2026 dapat dipahami dan didukung masyarakat, sehingga target jalan mantap 2028 benar-benar terwujud

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved