Sopir Truk di Gresik Minta Harga Solar Subsidi Jangan Naik: Hajat Hidup Orang Banyak
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dirasakan sopir truk di Gresik. Seorang sopir truk saat ditemui
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga BBM non-subsidi (Dexlite dan Pertamina Dex) dirasakan sopir truk dan pelaku usaha di Gresik, meski solar subsidi masih belum naik.
- Sopir dan pengusaha berharap harga solar subsidi tetap stabil karena sangat berpengaruh pada biaya operasional dan masyarakat luas.
- Dampak lain yang dikhawatirkan adalah kelangkaan solar subsidi di SPBU serta potensi kenaikan harga jasa transportasi dan sektor terkait.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dirasakan sopir truk di Gresik. Seorang sopir truk saat ditemui di Jalan Kapten Darmosugondo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur berharap tidak ada kenaikan untuk solar subsidi.
"Kalau bilang dampak ya jelas ke masyarakat, kita cuman kerja saja, dampaknya ke masyarakat," ujar Agung saat ditemui, Rabu (6/5/2025).
Pria berusia 45 tahun tersebut sudah menjadi sopir truk selama 10 tahun lamanya, melayani jasa transportasi perusahaan di Gresik.
Agung berharap solar subsidi yang saat ini tidak naik, jangan sampai naik.
"Kalau bisa jangan dinaikkan lah, solarnya kalau bisa ya normal tidak sampai tersendat-sendat," kata Agung.
Naiknya harga solar non subsidi juga dikhawatirkan oleh pengusaha jasa bus pariwisata, Afandi. Pria asal Gresik kota ini berharap solar subsidi jangan sampai naik.
"Pada saat ini tidak terdampak armada, tidak ada kenaikan harga sewa tetap, sampai akhir bulan ini belum ada kenaikan," ujarnya.
Naiknya harga solar non subsidi, membuat ketersediaan solar subsidi terbatas, di sejumlah SPBU, kata Afandi, masih banyak yang kosong.
Baca juga: Ongkos Kirim Naik, Pengusaha Air Minum Kemasan di Madiun Terdampak Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi
"Keluhan kemarin banyak kosong, di beberapa SPBU akhirnya kelangkaan. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan," ujarnya.
Bila harga solar non subsidi naik, dikhawatirkan berdampak ke sejumlah sektor. Mulai dari harga sewa bus, misalkan tamu yang ingin ke rumah makan maupun hotel harganya bisa ikut naik.
"Harapannya tidak ada kenaikan solar subsidi, karena menyangkut hajat orang banyak, seperti ke driver, kernet," jelasnya.
Diketahui, SPBU Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi seperti Dexlite dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000 per liter.
Kemudian Pertamina Dex dari Rp 23.900 per liter naik menjadi Rp 27.900 per liter.
Sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi harganya masih tetap.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Hendak Matikan Saklar Jebakan Tikus, Petani di Lamongan Malah Bernasib Tragis |
|
|---|
| Lamongan Masuk Daftar 1.000 Titik Koperasi Merah Putih, Siap Diresmikan Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
| Makam Kembang Kuning Surabaya, Jejak Kolonial hingga Perang Dunia di Kota Pahlawan |
|
|---|
| Satpol PP Ponorogo Sisir Puluhan PKL Jalan Siberut: Tegaskan Aturan 'Datang Bersih, Pulang Bersih' |
|
|---|
| Breaking News: Menantu Tega Bunuh Mertua dan Aniaya Istri hingga Sekarat di Mojokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/SOLAR-NON-SUBSIDI-Sopir-truk-di-Gresik-Agung-saat-ditemui-di-di-Jalan-Kapten.jpg)