Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kapal Motor Terdampar di Tulungagung

Kronologi Kapal Motor Terdampar di Tulungagung, Ada 60 Ton Ikan Cakalang yang Tak Terselamatkan

Kapal Motor (KM) Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan, Jawa Tengah terdampar di Pantai Niyama Desa Besuki, Kecamatan Besuki,

Penulis: David Yohanes | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
DIHANTAM OMBAK - Kapal Motor Bintang Sukses Mandiri 8 terus dihantam ombak setelah terdampar di Pantai Niyama Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Masih ada 60 ton ikan cakalang senilai lebih dari Rp 1 miliar yang belum dievakuasi. 

Poin Penting:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kapal Motor (KM) Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan, Jawa Tengah terdampar di Pantai Niyama Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (29/8/2025) pagi.

Tim SAR harus mengevakuasi 26 anak buah kapal (ABK) dan seorang kapten dari atas kapal yang terombang-ambing.

Bagian lambung kiri kapal pecah sehingga air masuk ke ruang mesin dan freezer tempat penyimpanan ikan.

Padahal dalam kapal ini masih ada 60 ton ikan jenis cakalang dengan kualitas ekspor.

Baca juga: Diamankan Polisi, Sopir Mengaku Tak Sadar Truknya Tabrak Pesepeda di Simpang Empat Jepun Tulungagung

Hal ini disampaikan Kapten Kapal, Waludin (47), saat ditemui di kantor Syahbandar dermaga perikanan Pantai Popoh Tulungagung.

“Ada 60 ton cakalang belum sempat diambil. Kalau tidak segera diambil juga rusak,” ucapnya.

Menurut Waludin, ikan cakalang yang ada di dalam freezer kualitas ekspor.

Nilai ikan yang ada di dalam freezer lebih dari Rp 1 miliar.

Warga asli Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini tidak bisa memastikan, berapa lama ikan kuat bertahan di dalam kapal.

“Masalahnya palka sudah kemasukan air, freezernya sudah pasti rusak, tidak dingin lagi,” ungkapnya.

Waludin dan para ABK berangkat dari pelabuhan Muara Baru Jakarta utara pada 20 Maret 2025.

Tujuannya mencari ikan di Samudera Indonesia, dengan target waktu melaut selama 8 bulan.

Selama 5 bulan melaut, kapal ini pernah mencari ikan sampai di perbatasan Australia.

Biasanya hasil tangkapan dijemput oleh kapal pengepul milik perusahaan untuk dibawa ke Jakarta.

Kapal dari milik perusahaan ini juga memasok bekal makanan dan bahan bakar sehingga kapal-kapal pencari ikan ini tidak perlu mendarat.

“Yang ini belum sempat diambil oleh kapal kami mengalami masalah mesin. Kami diarahkan ke (teluk) Popoh untuk perbaikan,” paparnya.

Baca juga: Desa di Tulungagung ini Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia

Kapal labuh jangkar di Teluk Popoh pada Kamis (28/8/2025) sebelum dilakukan perbaikan oleh teknisi perusahaan.

Namun pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 05.00 WIB, kapal terbawa ombak karena ada masalah pada jangkar.

Waludin sudah berusaha menghidupkan mesin kapal, namun mesin tidak bisa menyala.

Pukul 05.30 WIB kapal terdampar di Pantai Niyama hingga membuat 27 orang di atasnya panik.

Seluruh awak berhasil diselamatkan tim SAR pada pukul 09.00 WIB.

Kapal Jaya Utama 12 juga terdampar di Pantai Niyama pada  7 Juli 2023 pagi.

Saat itu 1 dari 13 ABK meninggal dunia saat proses evakuasi.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved