Pasutri Situbondo Tewas di Rumahnya
Sisi Lain Kasus Pasutri Situbondo Tewas di Rumah, Nur Faise Sering Bantu Obati Tetangga yang Sakit
Nur Faise, warga Dusun Ardiwilis, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang tewas di tangan suaminya
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
Poin Penting:
- Nur Faise, korban tewas di Situbondo, dikenal sebagai paranormal dermawan yang mengobati banyak orang.
- Kemampuannya mengobati menggunakan media daun sirih dan kapur.
- Pasiennya datang dari berbagai daerah di luar Situbondo.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Nur Faise, warga Dusun Ardiwilis, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang tewas di tangan suaminya, Rasyidi, ternyata memiliki kemampuan yang banyak membantu orang, dalam kasus pasutri tewas di rumah.
Wanita berusia 30 tahun ini sehari hari berprofesi sebagai paranormal yang banyak mengobati penyakit dan membantu persoalan warga sekitar dan luar Kabupaten Situbondo.
Selain mengobati orang, pasangan suami istri ini hidupnya harmonis dan dermawan dengan banyak mambantu warganya yang membutuhkan.
Baca juga: Geger Warga Situbondo Temukan Pasutri Tergeletak Tak Bernyawa di Rumahnya, Kondisi Mengenaskan
"Sebelum ditemukan meninggal, Nur Faise ini sempat memberikan beras kepada tetangganya yang sedang mengadakan acara mauludan," ujar Hendra, kepala dusun setempat.
Sementara itu, paman pasutri ini mengatakan, kemampuan pengobatan yang diwarisi orang tuanya selama ini terbukti mujarab dan manjur.
"Sarana yang digunakan hanya daun siri dan kapur, Nur Faise dapat memberitahukan onat dan jalan yang harus dilakukan pasiennya," katanya saat duduk bersama kerumunan warga menunggu jasad keponakannya dari rumah sakit.
Ia mengatakan, tamu atau pasien yang datang ke rumah keponakannya setiap harinya cukup banyak hingga mencapai belasan atau puluhan orang.
"Saya pernah datang untuk berobat, di rumahnya sudah ada sekitar 15 orang yang menunggunya," ucapnya.
Pasein yang berobat kepada keeponakan itu (Nur Faise, Red), lanjutnya, tidak hanya datang dari desanya, melainkan juga banyak dari luar Kabupaten Situbondo.
"ya ada dari Probolinggo, Surabaya dan Jember," tukasnya.
Sementara itu, Rasyidi, suami Nur Faise merupakan suami yang bertanggungjawab dan bekerja keras dan ramah dengan warga di lingkungannya.
Baca juga: Dua Bulan Buron, Pencuri Konter Ponsel di Situbondo ini Akhirnya Ditangkap
"Setiap harinya Rasydi jualan batu paras untuk bangunan, ya kadang kadang jadi sopir karena dia (Rasyidi, Red) punya mobil pikap," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditemukan tewas di rumahnya, Senin (22/09/2025) sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-pasangan-suami-istri-Pasutri.jpg)