Dana Desa Tulungagung 2026 Dipangkas Drastis, Dari Rp 240 Miliar Tersisa Rp 86 Miliar
Pemerintah pusat memangkas Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Tulungagung secara signifikan di tahun 2026. Kini tersisa Rp 86 miliar
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Dana Desa (DD) Kabupaten Tulungagung turun drastis dari Rp 240 miliar tahun 2025 menjadi Rp 86 miliar di 2026, hanya tersisa 36,06 persen dari sebelumnya.
- Penerima DD terbesar sekarang hanya Rp 373,456 juta, sementara sebelumnya beberapa desa menerima lebih dari Rp 1 miliar.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pemerintah pusat memangkas Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Tulungagung secara signifikan di tahun 2026. Dari sebelumnya Rp 240 miliar pada 2025, kini tersisa Rp 86 miliar atau hanya 36,06 persen saja.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, Hari Prastijo, menyatakan pengurangan ini paling terasa di desa-desa yang sebelumnya mendapatkan DD terbesar.
“Yang dulu dapatnya di atas Rp 1 miliar, sekarang sekitar Rp 300 juta lebih. Berkurangnya sangat banyak,” jelas Hari Prastijo.
Data DPMD menunjukkan, dari 257 desa di Tulungagung, jumlah DD terbesar kini hanya Rp 373,456 juta, diterima oleh 90 desa.
Sebagai perbandingan, tiga desa penerima DD terbesar pada 2025, yaitu Desa Ngunut (Rp 1,751 miliar), Desa Tiudan (Rp 1,539 miliar), dan Desa Besole (Rp 1,514 miliar), kini semuanya hanya menerima Rp 373,456 juta.
“Sekarang tidak ada yang menerima di atas Rp 1 miliar. Terbesar hanya Rp 373 juta,” tegas Yoyok, panggilan akrabnya.
Tahun 2025, penerima DD terkecil adalah Desa Pagerwojo, Kecamatan Pagerwojo sebesar Rp 644,306 juta. Untuk DD 2026 ini, Desa Pagerwojo masih menerima nilai terkecil, yaitu Rp 241,116 juta.
Baca juga: Dana Desa Ponorogo 2026 Turun Drastis, Rata-Rata Desa Terima Rp200–373 Juta
Antara penerima terbesar dan terkecil hanya selisih Rp 132,34 juta.
“Tahun 2025 selisih yang terbesar dengan yang terkecil bisa Rp 1 miliar. Kalau sekarang bedanya tidak terlalu besar,” sambung Yoyok.
DD terkecil kedua di tahun 2026 ini adalah Desa Kalangbret, Kecamatan Kauman sebesar Rp 244,76 juta, dan terkecil ketiga Desa Kasreman, Kecamatan Pakel sebesar Rp 253,042 juta.
Yoyok menjelaskan, ada pemotongan DD untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 6 miliar yang diangsur selama 6 tahun.
Dengan demikian, setiap tahun DD dipotong rata-rata Rp 500 juta per desa.
“Sementara dana yang tersisa, sudah ada rambu-rambu penggunaannya. Saran saya, setiap kepala desa mengikuti rambu-rambu itu agar tidak jadi masalah hukum,” tuturnya.
Baca juga: Dana Desa Dipangkas Pemerintah Pusat hingga Rp5,8 Triliun, Kades sampai Dituduh Warganya Korupsi
| Tagihan Hotel Rp22 Juta Tak Dibayar, Wagub Babel Hellyana Kini Divonis 4 Bulan Penjara |
|
|---|
| Forum Koperasi Desa Merah Putih Bondowoso Protes, Keluhkan Lambatnya Pembangunan Gerai Koperasi |
|
|---|
| Fenomena Hewan Unta di Mojokerto, Juru Sembelih Unta di Indonesia Masih Langka |
|
|---|
| 2 Pemain Chelsea yang Tak Boleh Dijual usai Xabi Alonso Tanda Tangan Kontrak Pelatih |
|
|---|
| Pemain Tunisia Gagal Mentas Piala Dunia 2026 karena Disuruh Ayah Tetap di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Tulungagung-Gatut-Sunu-Wibowo-menyerahkan-akta-pendirian-Koperasi-Merah-Putih.jpg)